Skip to main content
Burnout dapat menyerang siapa saja. Segera atasi sebelum terlambat! (Foto: unsplash/Claudia Wolff)
Burnout dapat menyerang siapa saja. Segera atasi sebelum terlambat! (Foto: unsplash/Claudia Wolff)

Jaga Mental, Hindari Burnout: Tips untuk Tetap Waras di Dunia Kerja

By Raihan Atha
Burnout dapat menyerang siapa saja. Segera atasi sebelum terlambat! (Foto: unsplash/Claudia Wolff)
Burnout dapat menyerang siapa saja. Segera atasi sebelum terlambat! (Foto: unsplash/Claudia Wolff)

Jaga Mental, Hindari Burnout: Tips untuk Tetap Waras di Dunia Kerja

By Raihan Atha

Burnout adalah kondisi dimana seseorang merasa kelelahan yang menyebabkan penurunan motivasi, penurunan kinerja, serta sikap negatif pada diri maupun orang lain. Rasa lelah ini tidak melulu tentang fisik, melainkan juga kelelahan mental dan emosional seseorang.

Burnout dapat terjadi pada setiap kalangan, namun mereka yang bekerja dengan tekanan berlebih memiliki risiko mengalami burnout lebih tinggi. Terutama pada lingkungan dan dunia kerja dengan tuntutan yang besar.

Ciri-Ciri Burnout

Beberapa orang mungkin tidak merasakan burnout ketika menjalani hari. Berikut ini beberapa ciri burnout yang bisa anda deteksi pada diri anda maupun orang lain.

1. Kelelahan fisik dan mental

Salah satu tanda anda mengalami burnout adalah rasa lelah pada fisik dan mental anda. Anda merasa seperti tidak ada energi untuk menjalani hari-hari seperti biasanya. Kelelahan pada mental juga membuat anda merasa tidak produktif seperti biasanya. Bahkan setelah istirahat yang cukup rasa lelah itu tidak kunjung hilang.

2. Penurunan motivasi

Tanda selanjutnya yaitu terjadinya penurunan motivasi. Anda merasa tidak antusias dalam menjalankan pekerjaan yang dulu dinikmati. Bahkan pekerjaan-pekerjaan yang terlihat mudah menjadi momok tersendiri bagi anda.

3.  Insomnia dan gangguan fisik

Perasaan sulit tidur ketika malam tiba bisa jadi tanda bahwa anda sedang mengalami burnout. Selain itu, burnout juga bisa menyebabkan masalah kesehatan seperti sakit kepala dan masalah pencernaan.

4. Perasaan tidak berdaya

Rasa tidak berdaya dalam melakukan pekerjaan merupakan ciri lain jika anda terkena burnout. Anda merasa terperangkap dalam rutinitas pekerjaan dan merasa tidak mampu berbuat banyak untuk mengubah keadaan.

5. Sikap negatif

Jika anda sering berpandangan negatif pada diri sendiri dan orang lain, bisa jadi itu karena anda sedang burnout. Beragam konflik biasanya juga timbul antara anda dan orang lain meskipun dalam permasalahan sepele.

Penyebab Burnout

Ada banyak faktor yang memengaruhi munculnya burnout pada diri anda. Faktor-faktor tersebut bisa berupa faktor internal maupun faktor eksternal.

1. Beban kerja yang berlebihan

Beban pekerjaan yang berlebihan bisa membebani fisik dan mental anda dan berujung pada burnout. Terutama jika beban itu melebihi kapasitas kemampuan anda. Risiko burnout semakin meningkat ketika beban pekerjaan berlebihan diberikan secara terus menerus tanpa jeda.

2. Kurangnya apresiasi sosial

Kurangnya apresiasi atas pekerjaan yang anda lakukan dapat meningkatkan risiko burnout pada diri anda. Hal ini menimbulkan perasaan negatif bahwa pekerjaan yang anda lakukan adalah pekerjaan biasa yang bisa dilakukan siapa saja. Bahkan anda merasa kehadiran anda adalah bukan hal yang spesial dan dapat digantikan oleh orang lain.

3. Kehidupan pribadi dan pekerjaan yang terganggu

Tidak mampunya menyeimbangkan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan juga berbahaya bagi fisik dan mental anda. Permasalahan-permasalahan di kantor bisa saja jadi terbawa di kehidupan pribadi anda pun sebaliknya. Akibatnya risiko burnout akan semakin meningkat.

4. Stres berkepanjangan

Perasaan stres yang tidak dikelola dengan baik akan memicu burnout pada diri anda. Rasa stres ini akan terakumulasi sebelum akhirnya meledak ketika telah mencapai batasnya.

Cara Mengatasi Burnout

Setelah melakukan identifikasi yang mendalam tentang diri anda, ada baiknya segera lakukan langkah-langkah preventif sehingga rasa burnout tidak menjadi lebih buruk. Beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk mengatasi burnout diantaranya:

1. Buat skala prioritas

Anda bisa membuat skala prioritas dalam kehidupan pekerjaan dan pribadi. Mulailah menulis dari apa yang paling penting lalu menuju yang kurang penting. Dengan begitu, anda akan lebih nyaman dan tertata dalam menjalani aktivitas harian.

2. Bicarakan dengan atasan

Anda bisa mendiskusikan permasalahan pekerjaan yang anda rasakan dengan atasan anda. Atasan yang mengerti permasalahan ini tentu akan mencoba mencari penyelesaian sehingga produktivitas anda bisa meningkat kembali. Anda juga bisa mendapatkan insight baru dari atasan yang telah lama berkecimpung di dunia pekerjaan.

3. Kurangi ekspektasi yang terlalu tinggi

Ekspektasi yang terlalu tinggi dapat membuat anda merasa jatuh ketika ekspektasi itu tidak terpenuhi. Ini membuat anda merasa gagal dalam menjalani hari. Solusinya anda bisa mengurangi ekspektasi itu serta meningkatkan apresiasi pada diri sendiri. Apresiasi positif pada diri mampu meningkatkan kembali semangat anda.

4. Melakukan aktivitas yang menenangkan

Setiap orang memiliki caranya sendiri dalam melepas penat dari pekerjaan. Ada yang dengan membaca buku, menonton film, berolahraga, atau tidur. Anda bisa mengeksplorasi diri kira-kira kegiatan apa yang cocok buat anda lakukan.

5. Tidur yang cukup

Kelelahan mental juga bisa terjadi karena pola tidur anda yang tidak teratur dan tidak cukup. Anda bisa mencoba membiasakan diri dengan tidak begadang dan tidur yang cukup. Dengan begitu, otak dan tubuh akan lebih fresh ketika pagi hari tiba.

Jika semua cara telah dilakukan dan perasaan burnout masih menghantui anda, tidak ada salahnya mencari bantuan profesional. Jangan sampai perasaan burnout memuncak yang menimbulkan efek negatif lebih parah.

Jaga kesehatan mental anda, para pejuang rupiah!



Share