Skip to main content
Tips berbicara di depan umum, ngomong lancar grogi pun hilang (Ilustrasi: Raihan Atha/Jakarta Icon)
Tips berbicara di depan umum, ngomong lancar grogi pun hilang (Ilustrasi: Raihan Atha/Jakarta Icon)

7 Tips Ampuh Mengatasi Grogi di Depan Umum

By Raihan Atha
Tips berbicara di depan umum, ngomong lancar grogi pun hilang (Ilustrasi: Raihan Atha/Jakarta Icon)
Tips berbicara di depan umum, ngomong lancar grogi pun hilang (Ilustrasi: Raihan Atha/Jakarta Icon)

7 Tips Ampuh Mengatasi Grogi di Depan Umum

By Raihan Atha

Berbicara di depan publik sering menjadi ketakutan tersendiri bagi kita, tak terkecuali saya. Perasaan-perasaan seperti grogi, keringat dingin, gemetaran terkadang muncul ketika mendekati waktunya tampil.

Tentu ini adalah hal yang tidak mengenakkan. Apalagi jika tidak segera diatasi dapat memengaruhi performa yang kita tampilkan.

Untuk itu, ada beberapa tips yang bisa kita lakukan demi meminimalisir rasa grogi sebelum tampil ini.

Memahami audiens

Memahami audiens diperlukan agar kita tahu cara berkomunikasi seperti apa yang cocok dengan audiens kita. Berkomunikasi di depan anak-anak TK akan berbeda caranya dengan komunikasi di hadapan orang dewasa.

Tak hanya soal usia, kita perlu mengetahui latar belakang dari audiens juga. Apakah mereka laki-laki atau perempuan, apa pekerjaannya, bagaimana kondisi mereka, minat, dan tingkat pemahaman yang dimiliki.

Penggunaan bahasa juga memengaruhi bagaimana audiens memahami apa yang kita sampaikan. Mungkin saja jika berorasi di hadapan pakar ilmiah, penggunaan istilah-istilah keilmuan adalah hal yang biasa. Tetapi jika itu dihadapan masyarakat umum sebaiknya menggunakan istilah yang lebih mudah dipahami.

Menguasai materi

Penguasaan materi menjadi kunci kelancaran public speaking Anda. Dengan materi yang dikuasai Anda jadi lebih percaya diri dan tidak linglung ketika menyampaikan materi.

Anda bisa mengakalinya dengan membuat poin-poin penting dari isi materi. Serta membuat alur penyampaian yang runtut.

Dengan begitu materi akan lebih mudah dicerna oleh audiens.

Berbicara dengan suara yang jelas

Ketika sedang berbicara di depan audiens, fokus utama biasanya pada suara yang Anda sampaikan. Perhatikan nada suara yang Anda gunakan karena perbedaan nada akan membawa makna yang berbeda pula.

Selain itu perlu diperhatikan juga tempo berbicara. Usahakan menggunakan kecepatan moderat, tidak terlalu cepat maupun lambat, sehingga audiens merasa nyaman mendengarkan materi.

Kurangi penggunaan filler words seperti “eh”, “um”, dan sebagainya demi menghindari kesan bahwa Anda tidak siap. Semisal ketika berdiri di hadapan audiens ada materi yang terlupakan, Anda bisa berbicara basa-basi sambil berusaha mengingat materi tersebut.

Perhatikan body language yang Anda tampilkan

Selain suara, fokus lain dari audiens adalah diri Anda. Karena body language merupakan bagian dari komunikasi non verbal.

Pastikan bahasa tubuh yang Anda sampaikan tidak terlalu kaku maupun terlalu lemas. Bahasa tubuh yang kaku akan menimbulkan kesan Anda grogi dan belum siap. Sedangkan jika terlalu lemas audiens mengira Anda tidak bersemangat dan terlihat tidak niat.

Gunakan bahasa tubuh yang fleksibel dan santai namun tetap enak di pandang.

Hal yang perlu diperhatikan dari body language ini diantaranya:

  • Gerakan tangan
  • Langkah kaki
  • Arah pandangan
  • Gestur tubuh
  • Ekspresi wajah

Komunikasi dua arah

Agar public speaking yang Anda lakukan lebih menarik, usahakan gunakan komunikasi dua arah. Ini demi menghindari kesan menggurui dalam sesi berbicara yang Anda sampaikan.

Anda bisa mencoba mengajak komunikasi salah satu audiens. Atau bisa juga dengan menyebut keunikan audiens yang ada di hadapan Anda.

Siapkan humor jika perlu

Seringkali ketika kita sedang membicarakan topik tertentu audiens terlihat malas mendengarkan. Mungkin saja ini karena suasana yang dibangun terkesan kaku, dingin, dan tidak menarik.

Untuk memecahnya kita bisa mensisipkan humor-humor ringan. Contohnya menceritakan pengalaman pribadi yang lucu dan menarik terkait topik yang kita bahas.

Akan tetapi ada baiknya humor ini perlu dipertimbangkan dengan matang. Humor yang setengah jadi ditakutkan malah membuat suasana makin awkward atau canggung.

Terus berlatih

Yang terakhir, teruslah berlatih. Bisa dengan berlatih di hadapan cermin, berbicara sendiri, atau di hadapan teman-teman Anda.

Mintalah feedback dari mereka kira-kira apa yang kurang dari cara bicara Anda dan apa yang bisa ditingkatkan.

Dengan begitu kualitas public speaking Anda juga menjadi lebih baik.

Sebagai penutup saya mau mengingatkan, kesalahan pasti ada ketika kita menjalani public speaking. Jadikanlah kesalahan itu sebagai pembelajaran agar Anda menjadi lebih baik lagi. Karena pengalaman adalah guru terbaik kita.



Share