Sedihnya Lulusan D4, Kuliah Sama Sulit tapi Dianggap Lebih Rendah Daripada S1
Sedihnya Lulusan D4, Kuliah Sama Sulit tapi Dianggap Lebih Rendah Daripada S1
Permasalahan terkait pekerjaan rasanya nggak ada habis-habisnya. Baru-baru ini media sosial ramai persoalan CASN yang hanya membuka sedikit lowongan untuk lulusan D4.
Mereka kecewa karena D4, yang seharusnya memiliki derajat yang setara dengan S1, memiliki lowongan yang lebih sedikit.
Diskriminasi tidak hanya memandang miring para lulusan D4, bahkan ada yang sampai mengira D4 itu setara dengan D3 dan bukannya S1.
![]()
Sebelum kelewatan, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa beda antara D4 dan S1 serta kenapa mereka setara.
D4 fokus pada praktek, S1 teori
Secara garis besar, D4 memfokuskan ilmu pada praktek-praktek lapangan. Sebanyak 60% materi yang dipelajari adalah praktek sedangkan 40% sisanya teori. Berbanding terbalik dengan S1 yang 60% teori dan 40% praktek.
Dari segi penugasan sebagai syarat kelulusan, D4 menjadikan tugas akhir (TA) sebagai syarat lulus mahasiswa sedangkan S1 melalui skripsi.
Cangkupan TA biasanya lebih beragam. Bisa dengan pengembangan produk, proyek desain, atau penelitian yang memfokuskan penerapan skill dan kemampuan selama perkuliahan.
Sedangkan skripsi menekankan pada penelitian dan sumbangan pengetahuan baru sesuai dengan ilmu yang diambil.
D4 dan S1 sama-sama sarjana
Pada dasarnya baik D4 maupun S1 setara tingkatannya. Keduanya sama-sama harus menempuh pendidikan 4 tahun (8 semester) dan 144 SKS.
Ketika lulus pun juga menyandang gelar sarjana. Bedanya, jika S1 menyandang gelar sarjana dibarengi jurusan yang diambilnya (misal Sarjana Ilmu Komunikasi atau S.I.Kom) maka D4 terdapat tambahan kata terapan (Sarjana Terapan Ilmu Komunikasi atau S.Tr.I.Kom).
Setelah memahami sedikit mengenai D4 dan S1 lantas muncul pertanyaan, kenapa jika keduanya setara masih saja terjadi diskriminasi dalam mencari pekerjaan?
Kebutuhan yang berbeda
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, baik S1 maupun D4 memiliki perbedaan. S1 berfokus pada teori dan pemecahan masalah sedangkan D4 lebih ke arah praktik dalam menghadapi masalah.
Meski begitu, seharusnya ini tidak serta merta menutup peluang bagi para lulusan D4. Mereka yang lulus D4 memang dibekali keahlian praktis, tetapi bukan berarti tidak mampu menganalisa masalah yang bersifat teori. Pun sebaliknya, lulusan S1 bisa jadi memiliki keahlian praktik yang mumpuni karena pengalamannya selama berkuliah.
Karena hal itu, pertimbangan-pertimbangan lain perlu diperhatikan. Tidak hanya mengkotak-kotakkan dalam dua hal yang berbeda saja.
Enggan memahami perbedaan
![]()
Beberapa pengguna X menyebutkan salah satu alasan kenapa D4 masih didiskriminasi adalah karena para pembuat kebijakan di suatu perusahaan enggan memahami terkait D4 ini. Mereka menganggap D4 tidak ada bedanya dengan D3. Tak jarang stigma bahwa S1 lebih baik membuat reputasi lulusan D4 semakin memburuk.
Tentu ini adalah hal yang keliru bahkan tidak masuk di akal. Apalagi jika lowongan yang dibuka itu erat kaitannya dengan ilmu yang dipelajari mahasiswa. Misal mahasiswa S1 dan D4 Ilmu Komunikasi mendaftar pekerjaan yang berkaitan dengan jurusan mereka. Seharusnya kesempatan yang diberikan setara.
Beda halnya jika yang dibutuhkan adalah mereka yang kompeten di bidang komputer, maka jurusan Ilmu Komunikasi, baik yang S1 maupun D4, bisa dikecualikan.
Pemerintah telah menegaskan bahwa S1 dan D4 SETARA!
Surat edaran dari Kementerian Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
Bahkan pemerintah sendiri telah mempertegas bahwa S1 dan D4 itu setara. Hal ini tertuang pada SE Dirjen Dikti No. 498/E/T/2011.
Dari situ seharusnya lowongan pekerjaan, baik di sektor pemerintahan maupun swasta, tidak lagi melakukan diskriminasi kepada para pencari kerja.
Selain menyuarakan kesetaraan antara S1 dan D4, tindakan tegas juga perlu diberikan kepada instansi pemerintah dan swasta yang masih mendiskriminasi lulusan D4.
Karena pekerjaan yang layak adalah hak seluruh rakyat Indonesia.