Skip to main content
Wajah marah Epan ketika harus pergi ke dokter (Foto: Raihan Atha/JakartaIcon.com)
Wajah marah Epan ketika harus pergi ke dokter (Foto: Raihan Atha/JakartaIcon.com)

Kucing, Pereda Stres yang Imut dan Menggemaskan

By Raihan Atha
Wajah marah Epan ketika harus pergi ke dokter (Foto: Raihan Atha/JakartaIcon.com)
Wajah marah Epan ketika harus pergi ke dokter (Foto: Raihan Atha/JakartaIcon.com)

Kucing, Pereda Stres yang Imut dan Menggemaskan

By Raihan Atha

Stres menjadi permasalahan yang kerap dialami oleh seluruh umat manusia. Mau Anda tua, muda, laki-laki, atau perempuan tidak luput dari apa yang disebut stres. Seringkali stres ini berdampak pada performa kerja Anda serta hubungan sosial dengan orang lain.

Berbagai cara tersedia dalam mengatasi stres ini. Bisa dengan bermain gim, berolahraga, atau sekadar menikmati alam yang indah. Namun, jika masih terhantui oleh rasa stres berkepanjangan, mungkin Anda perlu mempertimbangkan memelihara kucing.

Hah, kucing?

Iya, kucing! Hewan mungil berbulu lembut itu. Soalnya mereka bisa mengurangi stres Anda. Sini kita bahas.

Muka imut peluluh stres

Kebanyakan kucing–meskipun nggak semua–memiliki muka imut bawaan dari lahir. Ada yang wajahnya mungil dengan mata besar. Ada yang bermuka lebar tapi nggemesin. Hanya dengan melihat wajah mereka saja dijamin stres yang Anda alami rontok satu per satu.

Bulunya yang halus dan lembut juga membuat Anda semakin gemas dengan makhluk berkaki empat ini. Tak jarang rasa ingin memeluk, menggendong, hingga menciumnya muncul. Wajar saja, memang selucu itu mereka.

Saking sayangnya dengan hewan ini, beberapa bahkan menyiapkan berbagai hal agar kawan berbulu ini betah bersama mereka. Sering kali sampai menganggap kucing yang dirawat sebagai anak mereka sendiri–sering disebut anabul atau anak bulu atau anak berbulu.

Dengan muka imut seperti itu, rasanya sah-sah saja menyebut kucing sebagai makhluk yang nggak judgemental.

Teman curhat yang nggak judgemental

Era teknologi seperti sekarang ini kerap kali membuat hal-hal buruk dapat tersebar dengan mudahnya. Bahkan rahasia yang sudah Anda kunci rapat-rapat, kalau tidak hati-hati bisa dilihat banyak mata di seluruh dunia.

Tapi tenang, itu tidak akan berlaku kalau Anda punya kucing. Karena kucing terkenal dengan sikapnya yang baik dan nggak judgemental, kok!

Anda bebas curhat kepada kucing yang Anda miliki. Mau tentang pekerjaan? Atau terkait asmara? Para kucing siap menampung curhatan dan menjadi saksi bisu kerasnya perjalanan hidup Anda.

Kucing juga terkenal sebagai pendengar yang baik dan penjaga rahasia paling ulung. Toh, mereka juga nggak bisa bahasa manusia. Paling hanya meong saja ketika sudah lapar, butuh perhatian, atau ketika Anda terlalu menganggunya.

Kelihatan cuek aslinya sayang

Salah satu sifat yang terpampang jelas dari kucing ini adalah kelihatannya cuek, tetapi aslinya sayang.

Mungkin Anda pernah merasa ketika bermain dengan mereka, memuji, atau menyayangi para kucing dengan sepenuh hati tapi tidak mendapat balasan yang setimpal. Atau merasa diabaikan begitu saja.

Tidak usah bersedih, memang kucing itu begitu. Beberapa kucing sikapnya malu-malu, malas bertemu manusia, atau merasa superior dari manusia. Tetapi, mereka juga memiliki rasa sayang yang luar biasa.

Ini terbukti ketika saya sedang berada di luar kota lalu pulang setelah beberapa waktu. Epan, kucing saya, menyambut dengan penuh sayang. Memberikan suara purrr yang kencang dan bersikap manja. Perilaku yang sangat amat jarang saya temui dari dirinya. Dasar kucing tsundere.

Pemberi harapan hidup baru

Ketika stres yang Anda rasakan sudah berada di titik dimana hidup terasa tak berarti, segera buru-buru adopsi kucing secepatnya. Karena kucing juga bisa memberikan harapan hidup baru pada kehidupan Anda.

Akan tercipta perasaan kuat dalam batin untuk merawat kucing Anda. Anda akan berusaha lebih keras untuk bertahan agar kucing Anda tetap hidup dan tidak kesepian. Tak jarang, meskipun merawat kucing seringkali menguras dompet Anda, rasanya setimpal dengan perasaan yang Anda dapatkan.

Satu hal yang perlu Anda ingat, merawat kucing tidak sekadar memberinya makan dan membersihkan pasirnya. Perawatan kesehatan, kutu, dan hal penting lainnya harus menjadi pertimbangan. Karena kucing juga makhluk hidup yang butuh kasih sayang, layaknya manusia.



Share