Skip to main content
Menteri Keuangan Sri Mulyani (FOTO: Kemenkeu)
Menteri Keuangan Sri Mulyani (FOTO: Kemenkeu)

Rekap Berita Nasional Pertengahan Februari: Isu Pendidikan, Haji, dan Politik

By Salma Fauziah
Menteri Keuangan Sri Mulyani (FOTO: Kemenkeu)
Menteri Keuangan Sri Mulyani (FOTO: Kemenkeu)

Rekap Berita Nasional Pertengahan Februari: Isu Pendidikan, Haji, dan Politik

By Salma Fauziah

Minggu kedua Februari diwarnai oleh berbagai perkembangan nasional yang menarik perhatian publik. Dari kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada sektor pendidikan, perpanjangan waktu pelunasan biaya haji, hingga retret khusus bagi kepala daerah terpilih, berikut rangkuman beritanya.

Efisiensi anggaran sentuh sektor pendidikan, KIPK dihapus dan UKT naik?

Rapat kerja antara Kementerian Keuangan dan Komisi XI DPR pada Kamis (13/2) menimbulkan kekhawatiran publik. Salah satu isu yang dibahas adalah efisiensi anggaran di sektor pendidikan, yang merupakan dampak dari Instruksi Presiden (Inpres) No. 1 Tahun 2025 tentang penghematan belanja APBN sebesar Rp 306 triliun.

Di media sosial, kekhawatiran muncul terkait kemungkinan dihentikannya program beasiswa KIP Kuliah (KIPK) dan potensi kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Tagar #savekipkuliah pun sempat menjadi trending. Namun, dalam konferensi pers pada Jumat (14/2), Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan bahwa efisiensi anggaran tidak akan berdampak pada program KIPK maupun besaran UKT.

Kuota haji khusus masih 1.838, Kemenag perpanjang pelunasan hingga 21 Februari

Kementerian Agama (Kemenag), melalui Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), memperpanjang batas waktu konfirmasi keberangkatan serta pelunasan biaya perjalanan bagi jamaah haji khusus (haji plus). Langkah ini diambil karena hingga saat ini masih tersisa 1.838 kuota yang belum terisi.

Tak hanya untuk haji khusus, perpanjangan pembayaran juga berlaku bagi jamaah haji reguler. Kemenag menetapkan batas akhir pembayaran Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) hingga 23 Februari 2025, memberikan lebih banyak waktu bagi calon jamaah untuk menyelesaikan administrasi mereka.

Kepala daerah akan jalani retret 7 hari di Akmil Magelang

Sebanyak 505 kepala daerah yang terpilih melalui Pilkada 2024 dijadwalkan mengikuti retret khusus selama tujuh hari di Akademi Militer (Akmil) Magelang, mulai Jumat (21/2). Acara ini akan berlangsung di Borobudur International Golf and Country Club dan bertujuan untuk memberikan pembekalan intensif kepada para kepala daerah.

Menurut Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, retret ini menggabungkan dua program pelatihan: diklat dari Kementerian Dalam Negeri, yang biasanya berlangsung dua pekan, serta pemantapan kepemimpinan dari Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), yang umumnya dilakukan selama satu bulan. Kedua program tersebut dirancang ulang agar dapat diselesaikan dalam waktu tujuh hari.

Berbagai kebijakan dan keputusan dalam pekan ini menimbulkan beragam respons dari masyarakat. Kekhawatiran terhadap efisiensi anggaran pendidikan, kelonggaran dalam pembayaran biaya haji, serta program pembekalan bagi kepala daerah menjadi sorotan utama. Ke depan, publik akan terus mengawasi bagaimana kebijakan ini diimplementasikan dan dampaknya bagi masyarakat luas.



Share