Berita Hangat di Minggu Ketiga Januari: dari Minyak Jelantah hingga Harapan 100 Hari Pemerintahan Baru
Berita Hangat di Minggu Ketiga Januari: dari Minyak Jelantah hingga Harapan 100 Hari Pemerintahan Baru
Minggu ketiga Januari membawa berbagai kabar menarik dari berbagai bidang, mulai dari isu lingkungan hingga kebijakan pendidikan dan survei publik. Berikut adalah sorotan utama yang layak untuk kita simak.
Kini, masyarakat bisa jual minyak jelantah ke Pertamina
Selama ini, minyak jelantah sering dianggap sebagai limbah atau digunakan ulang untuk memasak. Padahal, penggunaan minyak bekas untuk memasak dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan, seperti peningkatan kadar kolesterol hingga memicu penyakit serius lainnya. Namun, kini ada solusi yang menjadikan limbah rumah tangga ini bernilai ekonomis sekaligus ramah lingkungan.
Pertamina memperkenalkan program Green Movement UCO yang memungkinkan masyarakat menjual minyak jelantah ke SPBU tertentu dengan harga Rp6.000 per liter. Program yang masih dalam tahap uji coba selama satu tahun ini bertujuan untuk mendorong keberlanjutan lingkungan. Selain itu, bertujuan untuk memberikan insentif ekonomi kepada masyarakat.
Dengan adanya inisiatif ini, minyak jelantah dapat diolah menjadi bahan bakar nabati (biofuel) yang lebih ramah lingkungan, sehingga memberikan manfaat ganda bagi masyarakat dan lingkungan.
Wacana libur sebulan untuk anak sekolah di bulan Ramadan
Wacana tentang meliburkan anak sekolah selama sebulan penuh di bulan Ramadan sempat menjadi perbincangan hangat. Namun, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak sepenuhnya benar.
Menurut Mu'ti, skema yang akan diterapkan adalah pembelajaran di bulan Ramadan, bukan libur penuh sebagaimana yang banyak diberitakan. "Bahasanya adalah pembelajaran selama bulan Ramadan, bukan libur Ramadan," ujar Mu'ti, seperti dikutip dari Detiknews pada Sabtu (18/1).
Mu’ti juga menjelaskan bahwa kebijakan ini telah melalui proses pembahasan dan disepakati oleh sejumlah kementerian terkait, seperti Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Kementerian Agama, Kementerian Dalam Negeri, serta Kantor Staf Presiden (KSP).
100 hari pemerintahan Prabowo-Gibran, survei Kompas: 48,7% masyarakat berharap ada penguatan ekonomi
Pada 28 Januari mendatang, pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka akan genap memasuki hari ke-100. Berbagai harapan masyarakat terhadap pemerintah baru ini pun mulai muncul ke permukaan.
Jajak pendapat yang dilakukan oleh Kompas pada 21–23 Oktober 2024 menunjukkan bahwa 48,7% responden berharap pemerintah dapat memberikan langkah konkret untuk memperkuat sektor ekonomi. Ekonomi menjadi sorotan utama karena dampaknya yang dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
Selain itu, 23,4% responden juga menilai bahwa bidang pendidikan dan kesehatan harus menjadi prioritas utama di awal pemerintahan ini. Keduanya dianggap krusial untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat dalam jangka panjang.
Dari upaya mengubah limbah menjadi sumber daya yang bermanfaat, penyesuaian kebijakan pendidikan selama Ramadan, hingga harapan besar masyarakat terhadap pemerintahan baru, minggu ini penuh dengan dinamika yang menggambarkan berbagai sisi kehidupan. Semua kabar ini menjadi pengingat bahwa kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah sangat penting untuk mencapai tujuan bersama.