Kilas Desember: Dari Agus Buntung hingga Kontroversi Pilgub Jakarta
Kilas Desember: Dari Agus Buntung hingga Kontroversi Pilgub Jakarta
Awal Desember menyimpan banyak kilas peristiwa. Mulai dari peristiwa sedih, hingga yang mengundang decak tawa. Berikut rekapitulasi beberapa berita menarik yang terjadi di sepanjang minggu pertama bulan Desember 2024.
Kasus Agus Buntung, pelaku pelecehan seksual manipulatif yang lecehkan belasan korban
Kasus pelecehan seksual Agus pertama kali mencuat di bulan Oktober 2024. Kala itu, seorang mahasiswi melaporkan kejahatan Agus ke pihak kepolisian. Akhirnya, Agus ditetapkan sebagai tersangka oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Nusa Tenggara Barat (NTB).
Awalnya, Agus bersikeras bahwa ia difitnah. Kondisinya yang tanpa tangan alias buntung menjadi alasan utamanya. Bagaimana mungkin ia melecehkan seseorang dengan kondisi seperti itu?
Namun, pada bulan Desember ini, bukti-bukti semakin banyak mencuat. Per 5 Desember, total korban Agus Buntung mencapai 13 orang, 3 di antaranya adalah anak di bawah umur. Sontak, kasus ini menjadi perhatian nasional. Salah satu fakta yang ditemukan adalah Agus seringkali membawa perempuan yang berbeda-beda ke sebuah homestay di Mataram. Melansir Liputan6, Agus diduga menggunakan trik manipulasi emosional. Korban dibujuk secara halus hingga tak sadar telah jadi korban pelecehan seksualnya.
Miftah Maulana minta maaf dan mengundurkan diri dari jabatan Utusan Khusus Presiden
Buntut dari viralnya hinaan yang dilontarkan Miftah Maulana kepada seorang penjual es teh kala pengajian di Magelang, pendakwah tersebut menyatakan mengundurkan diri dari jabatan Utusan Khusus Presiden pada Jumat (6/12).
Pernyataan tersebut ia rekam di Pondok Pesantren Ora Aji, Sleman, Yogyakarta. Miftah menjelaskan keputusan itu ia ambil tanpa paksaan dari pihak manapun. Semata-mata ia lakukan sebagai bentuk hormat kepada Presiden Prabowo.
Meski telah mengundurkan diri, citra Miftah sudah buruk di tengah masyarakat. Akun edukasi sosial politik untuk anak muda, What Is Up Indonesia, menyatakan bahwa kemunduran Miftah karena kasusnya di Magelang adalah langkah awal yang bagus, agar masyarakat tidak lagi mengglorifikasi seseorang.
Kementerian Kesehatan gelar acara untuk peringati Hari AIDS Sedunia
1 Desember adalah tanggal peringatan AIDS sedunia. Untuk itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggelar temu media dengan tema “Hak Setara untuk Semua, Bersama Kita Bisa” di Hotel Des Indes, Jakarta. Temu media ini merupakan momentum untuk memperkuat sinergi lintas sektor untuk mencapai target Akhiri AIDS pada 2030.
Plt. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), dr. Yudhi Pramono, MARS, memaparkan, “Ini (baca: akhiri AIDS) bukan hanya tugas pemerintah, tetapi gerakan kolektif untuk menciptakan layanan kesehatan inklusif yang menghormati hak asasi manusia. Dengan langkah bersama, kita bisa menekan angka infeksi baru, meniadakan kematian terkait AIDS, dan meningkatkan kualitas hidup ODHIV.”
Pilgub Jakarta: RK-Suswono akan gugat hasil Pilgub ke Mahkamah Konstitusi
Pada Minggu (8/12), KPU Jakarta telah menetapkan pasangan nomor urut 3, Pramono Anung-Rano Karno, sebagai pemenang pemilihan gubernur (Pilgub) Jakarta 2024. Melansir CNN Indonesia, pasangan ini berhasil mendapatkan total 2.182.239 suara, disusul pasangan Ridwan Kamil-Suswono (RIDO) dengan 1.718.160 suara, dan pasangan Dharma-Kun dengan 459.230.
Pihak RIDO keberatan dengan hasil tersebut. Koordinator Tim Pemenangan RIDO, Ramdan Alamsyah, menyampaikan pihaknya akan memperkarakan hasil tersebut ke Mahkamah Konstitusi (MK). Beberapa rasionalisasinya adalah ketidakprofesionalan KPU yang ditandai dengan permasalahan saat mendistribusikan formulir C6 (undangan pencoblosan).
Dengan berbagai dinamika yang terjadi di awal Desember ini, mari kita terus mengikuti perkembangan terkini dengan bijak, sembari belajar dari setiap peristiwa yang ada untuk membangun masyarakat yang lebih baik.