Mengenal Petanque, Olahraga Lempar Bola Besi Asal Prancis
Mengenal Petanque, Olahraga Lempar Bola Besi Asal Prancis
Petanque adalah permainan bola asal Prancis yang termasuk olahraga baru di Indonesia. Olahraga ini mengharuskan pemainnya untuk melempar bola besi ke arah bola kayu. Perlu ketepatan dan strategi untuk menguasai permainan ini, sehingga cocok dimainkan sendiri maupun beregu.
Sejarah olahraga petanque
Meski tergolong baru masuk di Indonesia, petanque ternyata punya sejarah panjang di daratan Eropa. Riwayat kemunculannya bermula sejak abad ke-6 SM. Kala itu, masyarakat Yunani Kuno sering bermain lempar koin, batu datar, dan bola batu. Permainan seperti itu dinamakan spheristics.
Spheristics mendapatkan banyak modifikasi di negara-negara Eropa lain. Melansir Suara Merdeka, bangsa Romawi memodifikasi permainan dengan adanya target yang harus sedekat mungkin dicapai.
Seiring berjalannya waktu, masyarakat Roma menggantikan bola batu dengan bola kayu. Permainan bola ini kemudian disebut boule dan dimainkan di seluruh Eropa. Memasuki abad ke-19, di Prancis Selatan, permainan bola tersebut dimodifikasi mirip petanque. Nama permainannya adalah jeu Provençal.
Permainan petanque modern seperti sekarang baru dipatenkan dan dibuat aturan internasionalnya pada tahun 1958. Cabang olahraga petanque untuk pertama kalinya dilombakan di olimpiade internasional tahun 1959. Sementara itu, di Indonesia, petanque mulai diakui sejak 2011, ditandai dengan terbentuknya Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) pada 18 Maret. Di tahun yang sama, petanque juga masuk ke dalam salah satu cabang olahraga SEA Games di Indonesia.
Aturan main permainan petanque
Petanque dapat dimainkan oleh dua tim yang masing-masing terdiri dari satu (tunggal), dua (ganda), atau tiga (triple) pemain. Dalam permainan tunggal dan ganda, setiap pemain menggunakan tiga boule (bola besi), sedangkan dalam permainan triple, setiap pemain menggunakan dua boule.
Permainan bisa dimulai setelah melakukan undian. Tim yang menang berhak melempar bola kayu kecil yang disebut jack atau boka. Pelemparan jack dilakukan di dalam sebuah lingkaran berdiameter sekitar 35-50 cm. Lingkaran tersebut cukup digambar di tanah. Nah, jack tadi harus dilempar sejauh 6-10 meter dari lingkaran tersebut.
Setelah melempar jack, pemain dari tim yang sama boleh melempar boule pertama sedekat mungkin ke arah jack. Lalu, giliran tim lawan melempar boule mereka.
Tim yang boulenya mendarat paling jauh dari jack harus terus melempar hingga boulenya bisa lebih dekat. Permainan petanque berlanjut sampai semua boule habis terlempar.
Siapa yang menang?
Poin berhak diberikan untuk tim yang boulenya paling dekat dengan jack. Setiap boule yang lebih dekat dari boule lawan mendapatkan satu poin. Permainan berakhir jika sudah ada tim yang berhasil mencapai 13 poin.
Poin diberikan kepada tim yang memiliki boule paling dekat dengan jack. Mereka mendapatkan satu poin untuk setiap boule yang lebih dekat ke jack dibandingkan boule terdekat milik lawan. Permainan berakhir ketika salah satu tim mencapai 13 poin.
Perlengkapan yang dibutuhkan
Pertama, petanque memerlukan boule alias bola basi dengan diameter berkisar antara 70,5 mm – 80 mm. Beratnya sekitar 650 – 800 gram. Kedua, petanque memerlukan jack atau bola kayu kecil yang diameternya 25 – 35 mm.
Selanjutnya, petanque perlu lingkaran lempar dengan diameter 35–50 cm. Lalu terakhir, perlu lapangan berupa tanah datar yang keras dengan ukuran 15 x 4 m.
Petanque bukan sekadar permainan lempar bola biasa, tetapi olahraga yang mengandalkan strategi dan ketepatan. Dengan sejarah panjangnya yang mendunia, petanque kini semakin dikenal dan dimainkan di Indonesia. Baik untuk bersenang-senang maupun sebagai olahraga kompetitif. Tertarik coba?