Skip to main content
Seseorang dengan sifat pick me akan mencoba segala cara agar menjadi pusat perhatian dan merasa spesial (Ilustrasi: Raihan Atha)
Seseorang dengan sifat pick me akan mencoba segala cara agar menjadi pusat perhatian dan merasa spesial (Ilustrasi: Raihan Atha)

Fenomena 'Pick Me': Ketika Diri Merasa Ingin Diperlakukan Spesial

By Administrator
Seseorang dengan sifat pick me akan mencoba segala cara agar menjadi pusat perhatian dan merasa spesial (Ilustrasi: Raihan Atha)
Seseorang dengan sifat pick me akan mencoba segala cara agar menjadi pusat perhatian dan merasa spesial (Ilustrasi: Raihan Atha)

Fenomena 'Pick Me': Ketika Diri Merasa Ingin Diperlakukan Spesial

By Administrator

Bagi Anda yang gemar berselancar di media sosial pasti tidak asing lagi dengan istilah “pick me”. Mereka yang menyandang gelar ini dapat dipastikan sebagai sosok yang tidak disukai oleh kebanyakan netizen.

Untuk menambah wawasan Anda, yuk kenali lebih dalam apa itu istilah pick me.

Pilihlah aku!

Secara harfiah, pick me bisa berarti “jemput aku”, “pilih aku”, atau “ambil aku”. Dalam kontek media sosial, pick me mengacu pada sifat seseorang yang ingin diperlakukan spesial dibanding golongan atau kelompok tertentu.

Penggunaan kata pick me memiliki konotasi yang negatif jika disematkan pada seseorang.

Pada awalnya, pick me hanya ditujukan pada perempuan saja dengan istilah pick me girl. Pada perkembangannya telah muncul istilah pick me boy yang mengacu pada laki-laki yang ingin dispesialkan oleh orang lain, terutama kaum hawa.

Pick me girl, merasa lebih baik dibanding perempuan lainnya

Kita akan coba membahas istilah pertama, yaitu pick me girl.

Para perempuan yang memiliki sifat pick me girl biasanya berusaha agar merasa beda dibanding perempuan lainnya. Tujuannya untuk terlihat spesial dan menarik dimata laki-laki. Mereka juga merasa bahwa tidak mengikuti kebanyakan yang perempuan lain lakukan adalah sebuah kehebatan tersendiri.

Dalam hal ini contohnya adalah perempuan yang menganggap make up merupakan hal yang biasa-biasa saja dan lebih memilih berdandan seminimal mungkin. Atau mereka menganggap tren pakaian tertentu terlihat norak dibandingkan pakaian yang mereka kenakan.

Perempuan dengan sifat pick me girl biasanya lebih senang berteman dengan para laki-laki, melakukan hobi mereka, dan bersenda gurau menggunakan bahasa laki-laki. Mereka akan merasa seperti ratu di antara prajurit yang menjaganya.

Tak jarang para perempuan pick me ini sampai merendahkan perempuan lainnya hanya demi memenuhi validasi diri akan kesempurnaan dirinya.

Pick me boy, merendah untuk meroket

Tak beda jauh dengan para pick me girl, laki-laki dengan sifat pick me boy juga sama meresahkannya. Bedanya, mereka seringkali merendahkan dirinya hanya agar mendapat sanjungan dari para perempuan.

Misalnya dengan mengatakan dirinya jelek dengan harapan orang lain menganggap hal tersebut tidak benar.

Selain itu, pick me boy juga berusaha memamerkan kualitas diri  yang mungkin tidak dimiliki banyak orang. Bisa dengan kekayaan, kemampuan, atau fisik.

Sama-sama menyebalkan

Keduanya, harus diakui, sama-sama menyebalkannya. Dengan sifat tersebut mereka berusaha mencari perhatian agar merasa dirinya superior dan spesial.

Hal yang paling menyebalkan adalah jika sampai merendahkan orang lain. Perasaan lebih baik ini tak jarang menjerumuskan pada menutupnya pintu intropeksi diri serta merasa standar yang dimilikinya harus dijalankan oleh semua orang. Mereka yang tidak memenuhi standar auto dicap buruk.

Maka tak heran, netizen yang mendapat “mahkota” pick me ini akan diserbu cacian dan komentar negatif. Karena memang semenyebalkan itu perasaan hati melihat sifat pick me ini.

Hadapi pelaku pick me dengan bijak

Ada beberapa langkah yang sebenarnya bisa kita lakukan ketika menemui para pelaku pick me, baik di media sosial maupun dunia nyata.

Langkah paling awal adalah dengan mengabaikan mereka. Pada dasarnya, sifat pick me yang ditunjukkan adalah untuk mendulang persetujuan dan mengenyangkan hasrat diri mereka. Dengan mengabaikannya, kita telah mengurangi pemenuhan ego mereka.

Selanjutnya, kalau itu adalah teman dekat kita, ada baiknya dinasihati. Tak perlu secara terang-terangan, cukup tatap muka dengan secangkir kopi kekinian di tangan. Harapannya ia bisa sadar dan balik badan meninggalkan sifat pick me tersebut.

Terakhir, adalah mawas diri. Mungkin saja kita merasa sebal dengan sifat pick me yang kita temui. Namun, jangan-jangan secara tidak sadar kita turut melakukan sifat tersebut yang mana membuat orang lain juga tak nyaman.

Itu dia pembahasan singkat terkait sifat pick me. Pertanyaannya, apakah kita juga memiliki sifat ini?



Share