Skip to main content
FOTO: Pexels
FOTO: Pexels

Bahaya Popok Sekali Pakai dan Alternatif Penggantinya

By Salma Fauziah
FOTO: Pexels
FOTO: Pexels

Bahaya Popok Sekali Pakai dan Alternatif Penggantinya

By Salma Fauziah

Bagi banyak orang tua, popok sekali pakai adalah penyelamat dalam keseharian merawat bayi. Mudah digunakan, praktis, dan tidak perlu dicuci. 

Namun, di balik kemudahannya, popok sekali pakai juga memiliki beberapa risiko yang perlu kita perhatikan. Khususnya terkait kesehatan kulit bayi dan dampaknya terhadap lingkungan.

Risiko kesehatan dari popok sekali pakai

Salah satu masalah utama yang sering muncul akibat penggunaan popok sekali pakai adalah ruam popok. Ruam ini terjadi akibat kelembapan yang terperangkap di dalam popok, menciptakan lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan bakteri dan jamur. 

Jika dibiarkan terlalu lama, kulit bayi bisa menjadi merah, meradang, bahkan lecet. Menurut Kementerian Kesehatan RI, ruam popok bisa berkembang menjadi dermatitis atau infeksi jamur.

Tidak hanya itu, beberapa popok sekali pakai mengandung bahan kimia tertentu, seperti pewangi, pemutih, dan gel penyerap. Bahan kimia tersebut dapat menimbulkan reaksi alergi pada bayi dengan kulit sensitif. Salah satu bahan yang sering dipermasalahkan adalah dioxin, residu dari proses pemutihan kertas yang dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan.

Lebih lanjut, penggunaan popok sekali pakai dalam waktu yang lama juga bisa mempengaruhi sirkulasi udara di area kulit bayi. Kulit yang tidak mendapatkan cukup udara cenderung lebih mudah mengalami iritasi dan lecet. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami cara mengurangi risiko tersebut.

Cara meminimalkan risiko popok sekali pakai

Jika masih ingin menggunakan popok sekali pakai, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi risikonya:

  1. Ganti popok secara rutin 

Jangan biarkan bayi mengenakan popok basah terlalu lama. Segera ganti setelah buang air kecil atau besar untuk menghindari iritasi.

  1. Gunakan tisu yang lembut dan bebas alkohol 

Saat membersihkan bayi, gunakan air hangat dan kapas atau tisu basah yang tidak mengandung alkohol atau pewangi.

  1. Pastikan area popok selalu kering 

Sebelum mengenakan popok baru, pastikan kulit bayi benar-benar kering agar tidak lembap dan berisiko iritasi.

  1. Gunakan krim pelindung 

Oleskan krim yang mengandung zinc oxide untuk membantu melindungi kulit dari gesekan dan kelembapan.

  1. Pilih popok dengan bahan yang aman

Beberapa merek menawarkan popok berbahan lebih alami tanpa pemutih dan pewangi tambahan.

Namun, jika dirasa ingin solusi yang lebih aman, alternatif lain seperti popok kain bisa menjadi pilihan.

Popok kain, alternatif yang lebih ramah kulit dan lingkungan

Popok kain saat ini sudah jauh lebih modern dibandingkan popok kain tradisional yang dulu sering digunakan. Dengan desain yang lebih praktis dan nyaman, popok kain bisa menjadi pilihan yang lebih sehat untuk bayi dan lebih ramah lingkungan.

Beberapa keunggulan popok kain, di antaranya adalah:

  1. Bebas dari bahan kimia berbahaya

Popok kain tidak mengandung pemutih, pewangi, atau bahan sintetis lain yang bisa membuat kulit bayi iritasi.

  1. Bisa mengurangi risiko ruam 

Popok kain cenderung lebih breathable alias membuat kulit bayi lebih bisa bernapas. Sirkulasi udaranya lebih baik daripada popok sekali pakai. Maka, kulit bayi lebih terjaga kelembapannya dan tidak mudah mengalami ruam.

  1. Ramah lingkungan

Popok kain tidak menghasilkan limbah sebanyak popok sekali pakai. Selain itu, popok kain juga lebih hemat karena bisa digunakan berulang kali.

Meski begitu, tetap ada beberapa tantangan dalam penggunaan popok kain, seperti perlunya mencuci secara rutin dan menggantinya lebih sering dibandingkan popok sekali pakai. Namun, secara keseluruhan, banyak orang tua yang merasa manfaat kesehatannya jauh lebih besar dibandingkan sedikit kerepotan dalam perawatan.

Memilih antara popok sekali pakai dan popok kain adalah keputusan yang bergantung pada preferensi dan kenyamanan masing-masing orang tua. Jika tetap ingin menggunakan popok sekali pakai, pastikan untuk memilih yang lebih aman dan mengikuti langkah-langkah pencegahan agar kulit bayi tetap sehat. Namun, jika ingin alternatif yang lebih ramah kulit dan lingkungan, popok kain bisa menjadi pilihan yang lebih baik.



Share