Beragam Manfaat Makan Ikan Gabus
Beragam Manfaat Makan Ikan Gabus
Banyak dari kita mengira bahwa makanan yang sehat dan kaya nutrisi itu pasti mahal, semisal ikan salmon yang mencapai ratusan ribu untuk satu kilogramnya. Padahal, Indonesia memiliki keragaman hewani yang tak kalah mumpuni dari segi nutrisi. Salah satunya adalah ikan gabus.
Ikan gabus yang memiliki nama latin Channa striata ini hidup di perairan tawar dan termasuk ke dalam jenis ikan predator. Dalam bahasa Inggris, ikan gabus sering disebut snakehead karena bentuk kepalanya yang mirip dengan ular.
Di Indonesia, Channa striata disebut ikan gabus karena dagingnya yang putih, lembut, dan tebal mirip dengan gabus. Ikan ini bahkan bisa tumbuh hingga 1 meter, lho.
Sekilas ikan ini memang mirip dengan ikan lele. Perbedaannya bisa dilihat pada kumisnya. Ikan gabus tidak memiliki kumis atau surai, sedangkan ikan lele memilikinya. Kulit ikan gabus juga tidak segelap ikan lele.
Tinggi akan protein
Ikan gabus terkenal akan kandungan proteinnya yang banyak. Menurut laman Data Komposisi Pangan Indonesia, dalam 100 gram ikan gabus terkandung hingga 16,2 gram protein (dalam sumber lain menyebutkan hingga 25,2 gram protein). Salah satu jenis protein yang ada di ikan gabus yaitu albumin.
Albumin merupakan protein yang diproduksi oleh hati dan beredar di darah kita. Sejumlah penyakit menanti kita apabila tubuh kekurangan albumin, seperti penumpukan cairan di paru-paru (efusi pleura), penumpukan cairan diantara selaput dinding perut dan organ dalam (ascites), dan penyusutan jaringan otot (astrofi otot).
Ekstraknya bisa menjadi obat penyembuh luka
Penelitian yang dilakukan oleh Sahid NA, dkk menemukan bahwa ekstrak ikan gabus bermanfaat untuk obat penyembuh luka. Luka yang disemprotkan ekstrak ikan gabus mengalami penyembuhan yang lebih cepat dan lebih baik. Protein albumin yang terkandung di dalamnya juga berperan banyak dalam hal ini.
Liurnya mengandung senyawa antibakteri
Masih dalam penelitian yang sama, liur pada ikan gabus terbukti mengandung senyawa antibakteri yang efektif melawan Aeromonas hydrophila, Pseudomonas aeruginosa, dan Vibrio anguillarum.
Baik bagi penderita diabetes
Salah satu penyebab diabetes adalah gula darah yang tak terkontrol. Ikan gabus mengandung protein yang baik sebagai sumber antioksidan antihiperglikemik untuk menurunkan kadar gula darah.
Kaya akan asam amino
Tubuh kita setidaknya membutuhkan 20 asam amino berbeda agar dapat berfungsi secara optimal. Diantara 9 asam amino yang dibutuhkan hanya dapat ditemui melalui makanan.
Ikan gabus mengandung beberapa asam amino seperti asam glutamat yang baik untuk otak, asam aspartat untuk produksi energi, dan lisin untuk pembentukan protein.
Dengan sejumlah keunggulan itu, kenapa masyarakat masih jarang mengonsumsi ikan gabus?
Ada beberapa hal yang bisa kita identifikasi mengapa masyarakat Indonesia masih jarang mengonsumsi ikan gabus.
Pertama, ikan ini susah dicari. Belum banyak peternak yang memfokuskan pada budidaya ikan gabus. Beberapa masih mengandalkan tangkapan saja di alam bebas atau menjadikannya sampingan saja, misalnya ketika petani memanfaatkan ikan gabus untuk menjaga sawahnya dari hama siput.
Kedua, baunya amis. Ikan gabus memiliki bau yang lebih amis ketimbang ikan lain misalnya lele. Hal ini membuat sebagian orang enggan untuk bersentuhan dengan ikan yang satu ini. Atau merasa malas karena harus bekerja ekstra untuk menghilangkan bau amisnya.
Ketiga, harga yang lebih mahal. Permintaan yang lebih tinggi dibandingkan persediaan membuat harga ikan gabus lebih mahal dari lele. Jika lele satu kilogramnya tidak sampai 30 ribu, maka ikan gabus harganya bisa di atas 50 ribu.
Meski sedikit lebih mahal, rasanya manfaat yang dirasakan tubuh dalam mengonsumsi ikan gabus sepadan. Anggap saja ini investasi kesehatan jangka panjang. Karena mencegah lebih baik daripada mengobati.