Skip to main content
Satryo Soemantri dan Brian Yuliarto (FOTO: Antara)
Satryo Soemantri dan Brian Yuliarto (FOTO: Antara)

Reshuffle Menteri Pendidikan, Satryo Soemantri Digantikan Brian Yuliarto

By Salma Fauziah
Satryo Soemantri dan Brian Yuliarto (FOTO: Antara)
Satryo Soemantri dan Brian Yuliarto (FOTO: Antara)

Reshuffle Menteri Pendidikan, Satryo Soemantri Digantikan Brian Yuliarto

By Salma Fauziah

Meski baru empat bulan bekerja, Presiden Prabowo memutuskan untuk mengganti salah satu menterinya. Posisi Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) yang mulanya dijabat oleh Satryo Soemantri Brodjonegoro resmi digantikan oleh Brian Yuliarto per hari ini, Rabu (19/2).

Reshuffle terbilang mendadak

Kabar reshuffle dalam waktu singkat ini terjadi cukup mendadak. Melansir Metro TV News, Wakil Ketua Komisi X DPR Hadrian Irfani menyampaikan bahwa pihaknya tak mendapat kabar sebelunya. Untuk itu, Komisi X menyerahkan seluruh keputusan pada Presiden.

“Ya, kami di Komisi X belum mendengar, bahkan terkejut dengan kabar ini. Cuma, kalaupun itu benar, reshuffle ini kan hak prerogatif presiden, tentu langkah yang diambil Presiden me-reshuffle salah satu pembantunya kami serahkan ke beliau. Beliau yang lebih paham,” terang Hadrian saat diwawancara sebelum hari reshuffle terjadi.

Satryo mengaku ikhlas karena sudah bekerja dengan maksimal

Proses serah terima jabatan (sertijab) antara menteri lama dan menteri baru akhirnya terjadi di Kantor Kemendikti Saintek pada Rabu (19/2). Melansir Kompas, Satryo sudah menulis surat pengunduran diri sejak Rabu dini hari.

“Saya mengajukan pengunduran diri. Kita kerja baik, maksimal sudah, tidak ada pamrih. Kalau enggak cocok ya sudah, saya mundur saja,” ujarnya.

Ia mengaku lega dan ikhlas karena sudah bekerja dengan maksimal selama empat bulan ini. Menurutnya, jika memang pekerjaannya tidak sesuai harapan pemerintah, lebih baik ia mundur daripada diberhentikan.

Profil akademik Brian Yuliarto

Mendikti Saintek baru, Brian Yuliarto, merupakan seorang Guru Besar Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia menamatkan S1 nya di ITB, lalu S2 dan S3 di Universitas Tokyo, Jepang.

Sempat menjadi peneliti di Jepang selama setahun, Brian pulang ke Indonesia dan menjadi dosen ITB sejak 2006. Seiring perjalanan kariernya, Brian banyak meneliti dan melakukan publikasi di jurnal bereputasi internasional. Jumlah publikasinya kini sudah mencapai 343 buah di Scopus, dengan H-Index 40. Ia bahkan berhasil meraih penghargaan bergengsi Habibie Prize kategori Ilmu Rekayasa pada tahun 2024.

Harapan dan tantangan besar 

Pengamat pendidikan Ina Liem menerangkan bahwa Brian menghadapi tantangan besar di dunia pendidikan, yakni tingginya angka pengangguran dan daya serap fresh graduate yang tergolong rendah.

Selanjutnya, seperti dikutip Metro TV News, Ina berharap Mendikti Saintek baru dapat memastikan efisiensi anggaran yang tengah terjadi tidak membebani mahasiswa. Entah itu karena kenaikan UKT atau penghapusan program strategis.

Perubahan di jajaran kabinet ini tentu membawa harapan sekaligus tantangan bagi Brian Yuliarto dalam memimpin Kemendikti Saintek. Dengan rekam jejak akademik yang kuat, publik menantikan gebrakannya dalam menghadapi berbagai isu pendidikan tinggi, mulai dari efisiensi anggaran hingga peningkatan daya saing lulusan. Kini, tinggal bagaimana ia membuktikan kapasitasnya di tengah dinamika kebijakan yang terus berkembang.



Share