Balik Lagi ke Penjurusan: SMA Bakal Punya IPA, IPS, dan Bahasa Mulai Tahun Ajaran 2025/2026
Balik Lagi ke Penjurusan: SMA Bakal Punya IPA, IPS, dan Bahasa Mulai Tahun Ajaran 2025/2026
Halo, Sobat Edu! Ada kabar baru nih dari dunia pendidikan Indonesia. Mulai tahun ajaran 2025/2026, sistem penjurusan di SMA bakal kembali diterapkan. Artinya, siswa kelas 10 nanti akan memilih jurusan IPA, IPS, atau Bahasa, seperti zaman dulu sebelum adanya Kurikulum Merdeka.
Kenapa Balik ke Penjurusan?
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil karena adanya masukan dari berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi. Mereka merasa kesulitan menilai calon mahasiswa baru karena tidak ada penilaian akademik yang spesifik sejak penghapusan penjurusan. Beberapa mahasiswa bahkan diterima di program studi yang tidak sesuai dengan latar belakang akademiknya, seperti siswa IPS masuk ke fakultas kedokteran, yang akhirnya kesulitan mengikuti perkuliahan.
Apa Itu TKA?
Seiring dengan kembalinya penjurusan, pemerintah juga akan memperkenalkan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai pengganti ujian nasional. TKA ini akan menguji kemampuan siswa dalam mata pelajaran wajib seperti Bahasa Indonesia dan Matematika, serta satu mata pelajaran sesuai dengan jurusan yang dipilih. Misalnya, siswa jurusan IPA bisa memilih Fisika, Kimia, atau Biologi, sementara siswa IPS bisa memilih Ekonomi, Geografi, Sejarah, atau Sosiologi. TKA ini tidak wajib diikuti dan tidak menjadi penentu kelulusan, tetapi hasilnya bisa digunakan sebagai pertimbangan masuk perguruan tinggi.
Pro dan Kontra
Kebijakan ini tentu saja memunculkan berbagai pendapat. Beberapa pihak mendukung karena dianggap bisa membantu siswa lebih fokus dan mempersiapkan diri sesuai dengan minat dan bakatnya. Namun, ada juga yang mengkritik karena perubahan ini dianggap terlalu cepat dan tanpa kajian yang matang. Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) menilai bahwa kebijakan ini terburu-buru dan dilakukan tanpa evaluasi yang komprehensif terhadap Kurikulum Merdeka yang baru saja diterapkan.
Apa Kata Siswa?
Beberapa siswa menyambut baik kembalinya penjurusan karena merasa lebih mudah menentukan arah studi dan kariernya di masa depan. Namun, ada juga yang merasa bingung dengan perubahan kebijakan yang sering terjadi. Mereka berharap pemerintah bisa memberikan sosialisasi yang jelas dan waktu transisi yang cukup agar tidak kebingungan dalam memilih jurusan.
Kembalinya sistem penjurusan di SMA merupakan langkah besar dalam dunia pendidikan Indonesia. Meskipun ada pro dan kontra, yang terpenting adalah bagaimana kebijakan ini bisa diterapkan dengan baik dan memberikan manfaat bagi siswa. Semoga dengan adanya penjurusan dan TKA, siswa bisa lebih siap menghadapi jenjang pendidikan selanjutnya dan meraih cita-citanya.