Plogging: Trend Lari sambil Pungut Sampah di Jakarta
Plogging: Trend Lari sambil Pungut Sampah di Jakarta
Jakarta menerapkan gaya hidup sehat ala Swedia. Swedia merupakan salah satu negara yang memiliki pola hidup sehat dan sangat memperhatikan alam sekitarnya. Swedia memiliki gaya hidup aktif seperti melakukan olahraga lari, bersepeda, atau ski. Swedia juga memegang konsep “Allemansrätten: Hak Semua Orang” dimana setiap manusia dapat menikmati keindahan alam dengan bebas, sehingga mereka memperhatikan dan menjaga kebersihan lingkungan.
Mengkombinasikan antara menerapkan pola hidup sehat dengan menjaga lingkungan, tahun 2016 trend “Plogging” dicetuskan pertama kali oleh Swedia. Plogging berasal dari bahasa inggris “Jogging” dan “Plocka Upp” dari bahasa Swedia yang artinya “Picking Up”. Istilah Plogging merujuk pada gabungan kata lari dan memungut, sehingga mengkombinasikan aktivitas berlari sembari memungut sampah.
Plogging mulai banyak diterapkan di negara lain, salah satu nya Indonesia. Kegiatan plogging ini menjadi contoh gaya hidup sehat yang tepat, karena selain aktif melakukan olahraga juga dapat mengurangi sampah yang ada disekitar tempat jogging.
Tanpa disadari plogging bukan hanya olahraga lari saja, gerakan saat memungut sampah dinilai sebagai gerakan tambahan seperti membungkuk, squat, dan meregangkan. Bahkan ternyata plogging dapat membakar kalori lebih banyak dibandingkan lari biasa, hingga mencapai 288 kalori per setengah jam dibandingkan lari biasa hanya mencapai 235 kalori yang terbakar.
Plogging merupakan olahraga yang dilakukan secara bersama-sama, bahkan terdapat komunitas seperti Plogging Club Indonesia, ataupun event plogging yang sering diadakan di kota besar. Seperti di Jakarta yang pernah beberapa kali mengadakan event plogging.
Jakarta menjadi tempat yang tepat untuk mengadakan olahraga lari bersama ditambah memungut sampah. Selain bisa mengurangi sampah plastik disekitar rute lari, juga dapat meningkatkan angka produktivitas dan kesehatan masyarakat Jakarta.
Road to Garmin Run: Plogging with Rekosistem merupakan kegiatan plogging di Jakarta yang bertujuan selain untuk meningkatkan semangat berolahraga sembari memperhatikan lingkungan sekitar. Road to Garmin Run dilaksanakan mulai tanggal 13 Juli hingga 18 Agustus 2024, selama kurang lebih 1 bulan pelaksanaan melalui Road to Garmin Run dapat mengumpulkan sampah sebanyak 148.07 kilogram.
Langkah Membumi Festival (LMF) 2024 merupakan contoh kegiatan plogging yang telah dilaksanakan di Jakarta pada 3 November 2024 hingga melibatkan 100 peserta mulai dari anak-anak, dewasa, dan didominasi oleh mahasiswa. LMF 2024 dapat mengumpulkan hingga sekitar 27 kilogram sampah. Dari sampah yang dihasilkan, selanjutnya diberikan kepada pihak perusahaan atau mitra yang akan melakukan daur ulang agar dapat dimanfaatkan kembali
Mengadopsi gaya hidup sehat plogging ala Swedia sangat cocok untuk tingkat penduduk tinggi seperti di Jakarta. Berbagai event plogging yang telah dilakukan menunjukkan bahwa Jakarta mulai menerapkan serta menjadikan plogging menjadi rutinitas olahraga dan hobby baru agar mencapai masyarakat Jakarta yang lebih sehat, menciptakan lingkungan lebih bersih dan nyaman. Sehingga plogging sangat tepat dijadikan kebiasaan new lifestyle dan hobby.