Skip to main content
Buku mampu mengasah otak kita (foto: pxhere.com)
Buku mampu mengasah otak kita (foto: pxhere.com)

Bacalah Buku untuk Meningkatkan Kualitas Hidup

By Raihan Atha
Buku mampu mengasah otak kita (foto: pxhere.com)
Buku mampu mengasah otak kita (foto: pxhere.com)

Bacalah Buku untuk Meningkatkan Kualitas Hidup

By Raihan Atha

Buku adalah jendela dunia.

Sebuah peribahasa yang selalu muncul ketika berbicara tentang buku. Dulu saya sempat bertanya-tanya, kok bisa begitu? Setelah mendapatkan jawabannya saya hanya angguk-angguk saja tanpa menyentuh buku yang telah dibeli.

Jujur, membaca buku sering menjadi tantangan tersendiri bagi saya. Mungkin sebagian dari Anda juga mengalaminya. Apalagi dengan perkembangan teknologi yang menyediakan berbagai hiburan menarik selain buku.

Tetapi kayaknya kita perlu berpikir ulang deh dan mulai rutin membaca buku. Karena membaca buku memiliki setumpuk manfaat yang sangat sayang jika dilewatkan.

Menambah Wawasan

Dalam perjalanannya, penulis buku seringkali menghabiskan waktu yang panjang untuk membuat satu buku. Bukan hanya setahun dua tahun saja, bahkan bisa sampai puluhan tahun.

Berbagai riset, data, dan pengetahuan ia kumpulkan menjadi satu dalam sebuah buku yang ditulisnya. Maka jangan heran jika sebuah buku bisa mengandung ilmu yang padat meski hanya berisi ratusan halaman saja.

Buku juga memberikan wawasan yang luas dalam berbagai topik yang kita minati. Astronomi, olahraga, memasak, coding, hingga masalah parenting.

Kak, bukannya itu semua bisa kita dapatkan dari video youtube, instagram, atau tiktok?

Benar. Kita memang bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat juga dari video di media sosial. Hanya saja, untuk pembahasan komprehensif buku memiliki nilai poin yang lebih.

Karena terkadang video-video yang ada di media sosial dibuat karena ketertarikan sesaat saja–meski tidak semuanya. Selain itu, adanya batasan ketika membuat video (misal instagram hanya 1 jam untuk video dan 90 detik untuk reels) membuat pembahasan dibuat seringkas mungkin.

Melatih Otak

Tak hanya otot yang perlu dilatih, otak pun jika dibiarkan akan menyusut begitu saja. Karena otak memiliki fungsi ‘gunakan atau buang’.

Cara latihan yang paling ampuh adalah dengan membaca setiap hari. Sebuah penelitian menemukan bahwa membaca dapat memperkuat jaringan dan sel yang ada di otak. Semakin sering kita membaca maka semakin tinggi pula kemampuan otak kita.

Melatih Fokus Kita

Kita mungkin pernah merasa sulit fokus dalam melakukan sesuatu. Terkadang teralihkan oleh hal lain yang sebenarnya tidak penting, tetapi menarik dilakukan.

Mungkin saja ini efek dari intensitas yang tinggi terpapar video-video di media sosial. Sifatnya yang cepat, padat, dan menohok membuat video di medsos sering menarik fokus kita untuk beberapa saat saja.

Permasalahan ini bisa kita atasi dengan rutin membaca buku. Dengan membaca buku kita akan berusaha memfokuskan diri pada isi buku yang dibaca.

Tidak perlu buku-buku berat macam teori ilmu komunikasi. Buku yang menarik seperti novel juga mampu membangun fokus kita.

Ketika membaca sebuah novel, otak akan berusaha fokus masuk ke dalam alur ceritanya. Menempatkan kita sebagai bagian dari kisah tersebut. Otak kita akan berusaha membangun suasana yang sama seperti dengan isi buku.

Angin yang berhembus, suara riuh di kedai, atau hembusan panas api seekor naga.

Meningkatkan Daya Ingat

Buku menyimpan banyak informasi di dalamnya. Ketika kita membaca buku, otak akan berusaha mengingat setiap informasi yang ada.

Misalnya ketika kita sedang membaca buku tentang “kiat-kiat menjadi penulis yang handal.” Otak akan merekam setiap langkah menjadi penulis yang handal. Entah kebiasaan yang harus dilakukan, langkah terbaik, atau tips dan trik yang bisa dilakukan.

Sama halnya ketika kita membaca buku fiksi. Setiap kejadian akan direkam oleh otak sehingga kita mampu mengikuti alurnya dengan baik. Dengan menggabungkan antara nama pemeran, suasana, pakaian, dan watak tokoh akan menciptakan kebiasaan bagi otak untuk mengingat tiap detail yang penting.

Melatih Empati

Keuntungan lain dari membaca buku adalah melatih empati kita terhadap orang lain. Empati ini penting karena mampu mengurangi stres yang dirasakan, meningkatkan hubungan dengan orang lain, dan memperkuat moral kita.

Karena ketika kita membaca buku—fiksi misalnya—kita akan berusaha memahami tiap karakter yang ada di dalamnya. Bagaimana perasaannya, susahnya menghadapi masalah, komunikasi kepada orang lain, hingga keberhasilannya mencapai yang diinginkan. Dengan begitu perasaan empati akan makin terasah ketika berhadapan dengan dunia nyata.

Meningkatkan Skill Komunikasi

Seringkali ketika sedang berkomunikasi dengan orang lain kita merasa tertahan untuk menyampaikan sesuatu. Biasanya karena kita bingung bagaimana cara mengkomunikasikan hal itu. Kata-kata apa yang kira-kira cocok digunakan.

Membaca buku akan menambah wawasan kita, terutama pada penggunaan kata-kata yang mungkin sebelumnya asing di telinga.

Tidak hanya dalam komunikasi secara verbal, peningkatan ini juga akan terlihat ketika kita menulis sesuatu. Karena kosakata yang kita miliki beragam, penyampaian pesan pun jadi lebih luwes dari sebelumnya.

Menjaga Kesehatan Mental

Perasaan depresi, cemas, dan takut terkadang memengaruhi performa kita dalam beraktivitas sehari-hari. Tak jarang ini membuat kita makin terpuruk dan merasa dunia tidak berpihak pada kita.

Sebuah penelitian menjelaskan bahwa membaca buku berpengaruh pada perasaan depresi dan gangguan mental lainnya. Terapi menggunakan buku ini disebut ‘bibliotherapy’.

Membaca buku akan membuka wawasan baru terhadap suatu permasalahan. Kita akan disuguhkan pada sudut pandang yang berbeda dalam melihat permasalahan, sehingga kita merasa mampu menghadapi masalah tersebut dengan wajah tersenyum.

Itu dia beberapa manfaat dari membaca buku. Masih banyak lagi manfaat lainnya yang sudah sewajarnya tidak dilewatkan.

Karena itu, mulailah membaca buku untuk hidup kita yang lebih baik.



Share