Skip to main content
FOTO: Pexels
FOTO: Pexels

Hubungan yang Nggak Seimbang Itu Melelahkan, Ini Cara Mengatasinya

By Salma Fauziah
FOTO: Pexels
FOTO: Pexels

Hubungan yang Nggak Seimbang Itu Melelahkan, Ini Cara Mengatasinya

By Salma Fauziah

Kecocokan satu sama lain mungkin bisa jadi faktor penentu langgeng atau tidaknya suatu hubungan percintaan. Namun, ada hal lain yang juga berperan dan kadang kurang disorot. Perbedaan skala prioritas antara kita dan pasangan bisa jadi sumber masalah dalam jangka waktu panjang. Apa maksudnya?

Hubungan yang terasa timpang

Kita mungkin pernah atau sedang berada dalam hubungan yang terasa timpang. Mungkin pasangan tidak punya banyak waktu untuk kita atau kita sering merasa berusaha mempertahankan hubungan seorang diri.

Tentu, ada banyak faktor yang perlu dibicarakan dari hati ke hati terkait hal tersebut. Namun, ada satu hal yang harus dipastikan: apakah kita dan pasangan sama-sama menempatkan hubungan ini di level prioritas yang sama?

Katakanlah hubungan percintaan merupakan hal terpenting nomor dua di hidup kita setelah hubungan spiritual dengan Tuhan. Bila pasangan menempatkan hubungan percintaan itu di nomor lima atau bahkan sepuluh, maka mungkin itulah akar penyebab dari hubungan yang terasa timpang.

Apakah hubungan masih bisa berjalan jika perbedaannya terlalu besar?

Melansir Psychology Today, ada asumsi yang berkembang di masyarakat bahwa dua orang dengan berbagai perbedaan (termasuk dalam hal skala prioritas) justru punya daya tarik satu sama lain. Itulah yang membuat mereka bisa bersama meskipun banyak perbedaan.

Ketidakcocokan dalam suatu hubungan memang tidak bisa dihindari. Namun, cara pasangan mengelola ketidakcocokan tersebutlah yang menentukan apakah hubungan bisa bertahan atau justru berakhir. Jika salah satu pihak merasa terus-menerus harus beradaptasi tanpa adanya kompromi dari pasangan, hubungan tersebut bisa menjadi tidak sehat.

Cara menghadapi perbedaan skala prioritas dalam hubungan

Jika kita dan pasangan memiliki perbedaan dalam menempatkan hubungan dalam daftar prioritas hidup, bukan berarti hubungan pasti akan berakhir. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghadapi situasi ini

  1. Komunikasi terbuka dan jujur
    Mengungkapkan perasaan kita secara terbuka tanpa menyalahkan pasangan adalah langkah awal yang perlu dilakukan. Jelaskan bagaimana kita melihat hubungan ini dan bagaimana perasaan kita terhadap perbedaan skala prioritas yang ada. 
  2. Memahami perspektif pasangan
    Cobalah untuk memahami mengapa pasangan menempatkan hubungan di posisi tersebut. Bisa jadi mereka memiliki tanggung jawab lain yang tidak bisa diabaikan, seperti karier, keluarga, atau masalah pribadi.
  3. Menemukan titik tengah
    Jika hubungan penting bagi kedua belah pihak, maka kompromi bisa menjadi solusi. Mungkin pasangan tidak bisa menaikkan hubungan ke prioritas nomor satu, tetapi bisa setidaknya lebih berusaha untuk menunjukkan kepedulian dan keterlibatan yang lebih besar.

Pada akhirnya, hubungan yang sehat adalah hubungan di mana kedua belah pihak merasa dihargai dan diprioritaskan sesuai dengan kebutuhan dan harapan masing-masing. Jika perbedaan skala prioritas terus menjadi sumber ketidakbahagiaan, mungkin sudah waktunya untuk mempertanyakan apakah hubungan ini benar-benar yang terbaik bagi kita.



Share