Skip to main content
FOTO: Rash Asyari Amyris Thalib Periah Emas di Ajang WorldSkills Asia Taipei 2025 (sumber: Laman Resmi UNIKOM)
FOTO: Rash Asyari Amyris Thalib Periah Emas di Ajang WorldSkills Asia Taipei 2025 (sumber: Laman Resmi UNIKOM)

Dari Bandung ke Taipei: Kejayaan Rash Asyari Amyris Thalib Bawa Emas Asia untuk Indonesia di Bidang IT Network Systems

By Putri Nurbaiti
FOTO: Rash Asyari Amyris Thalib Periah Emas di Ajang WorldSkills Asia Taipei 2025 (sumber: Laman Resmi UNIKOM)
FOTO: Rash Asyari Amyris Thalib Periah Emas di Ajang WorldSkills Asia Taipei 2025 (sumber: Laman Resmi UNIKOM)

Dari Bandung ke Taipei: Kejayaan Rash Asyari Amyris Thalib Bawa Emas Asia untuk Indonesia di Bidang IT Network Systems

By Putri Nurbaiti

Kebanggaan Indonesia kembali bersinar di pentas internasional. Mahasiswa Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), Rash Asyari Amyris Thalib, berhasil meraih medali emas juara pertama pada kategori IT Network Systems Administration di ajang WorldSkills Asia Taipei 2025. Prestasi ini mengukuhkan namanya sebagai salah satu talenta digital muda terbaik di Asia dan menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia. 

Kompetisi WorldSkills Asia 2025 diselenggarakan pada 27–29 November 2025 di Taipei, Taiwan, dan mempertemukan ratusan peserta dari lebih 30 negara yang bersaing dalam berbagai kategori keterampilan teknis dan vokasional. Event ini dikenal sebagai salah satu barometer kemampuan generasi muda di bidang teknologi, industri dan layanan masa depan di Asia.

Rash Asyari, yang merupakan mahasiswa Program Studi Sistem Informasi di UNIKOM Bandung, menunjukkan performa luar biasa dalam persaingan ketat ini. Dalam kategori IT Network Systems Administration (ITNSA), ia mengungguli peserta dari negara-negara besar seperti Jepang dan Korea Selatan yang dikenal kuat dalam bidang teknologi. Raihan medali emas ini sekaligus menempatkan Rash di puncak klasemen bidang ITNSA se-Asia.

Pencapaian ini bukanlah hasil instan. Rash telah melewati perjalanan panjang sejak di bangku sekolah menengah kejuruan, mengikuti kompetisi lokal dan regional sebelum akhirnya mencapai panggung Asia. Pada WorldSkills ASEAN 2025 di Manila, ia juga berhasil meraih medali emas, yang menjadi batu loncatan sebelum berlaga di level Asia. 

Dalam keterangannya, Rash menyampaikan rasa syukur atas prestasi ini dan menyebut bahwa kerja keras serta dukungan dari berbagai pihak menjadi kunci utama keberhasilannya. “Alhamdulillah, sangat bersyukur dan senang. Persiapan dilakukan berbulan-bulan bersama para expert yang selalu memberi dukungan,” ujar Rash dalam pernyataan yang dikutip dari media lokal.

Pembimbing Rash, Angga Friyanto, S.Kom., M.T., yang juga menjabat sebagai Ketua Divisi International Program Class & Training sekaligus Chief Expert untuk kategori IT Network Systems Administration di UNIKOM, menjelaskan bahwa persiapan kompetisi dilakukan secara intensif. Latihan meliputi simulasi proyek bertingkat internasional, standar kompetensi industri, serta latihan situasional yang menuntut ketelitian dan kecepatan. 

Menurut Angga, peserta harus menyelesaikan berbagai test project yang menantang dalam waktu terbatas, menguji kompetensi dalam menyusun desain jaringan, troubleshooting, hingga konfigurasi dan pembaruan sistem operasi. Tantangan ini mengasah bukan hanya aspek teknis, tetapi juga kemampuan berpikir cepat, fokus dan konsistensi. 

Prestasi ini tidak hanya mengharumkan nama Rash dan UNIKOM, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam kompetisi keterampilan tingkat Asia. Indonesia mencatatkan prestasi yang membanggakan melalui beberapa medali dalam berbagai kategori, sekaligus menunjukkan kesiapan talenta muda Tanah Air bersaing dalam era digital global. 

Melihat pencapaian ini, Rash memberi pesan inspiratif kepada generasi muda, khususnya mahasiswa dan pelajar di Indonesia: “Temukan kemampuan kalian dan terus tingkatkan. Konsistenlah dalam berlatih, karena kegagalan bukan akhir, melainkan bagian dari perjalanan.”

Rash kini menatap target berikutnya, yaitu kompetisi WorldSkills International yang dijadwalkan berlangsung di Shanghai pada tahun 2026 sebuah tantangan baru yang siap ia hadapi dengan semangat dan dedikasi yang sama.



Share