Oldest Daughter Syndrome, Beban Tak Terlihat yang Dipikul Anak Perempuan Pertama
Oldest Daughter Syndrome, Beban Tak Terlihat yang Dipikul Anak Perempuan Pertama
Oldest daughter syndrome atau sindrom anak perempuan tertua adalah istilah yang menggambarkan sifat-sifat yang sering dimiliki oleh anak perempuan pertama dalam keluarga. Beberapa di antaranya adalah terlalu mandiri, sulit mengekspresikan perasaan, hingga sering merasa kesepian. Tapi, apakah ini benar-benar kondisi nyata atau istilah viral di internet semata?
Oldest daughter syndrome dari sisi psikologi
Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh psikoterapis Austria, Alfred Adler, melalui teori urutan kelahiran (birth order theory). Teori ini menyebutkan bahwa posisi seseorang dalam keluarga berpengaruh pada kepribadian dan pengalaman hidupnya.
Menurut konselor profesional Jamila Jones, oldest daughter syndrome berkaitan dengan ekspektasi tinggi yang dibebankan pada anak perempuan pertama. Mereka sering dianggap sebagai contoh bagi adik-adiknya, memikul tanggung jawab lebih besar, dan diharapkan selalu menjadi teladan. Tak jarang, mereka juga berperan sebagai “orang tua pengganti,” yang membuat mereka tumbuh lebih mandiri dibandingkan anak-anak lainnya.
Anak perempuan pertama cenderung puber lebih dini
Penelitian dari University of California menunjukkan bahwa anak perempuan pertama cenderung mengalami pubertas lebih awal dibandingkan adik-adiknya. Namun, bukan hanya perubahan fisik yang terjadi lebih cepat, tetapi juga kedewasaan emosional mereka.
Menurut Jennifer Hahn-Holbrook, salah satu peneliti studi tersebut, kondisi ini berkaitan dengan stres yang dialami ibu selama kehamilan. Saat seorang ibu mengalami tekanan, tubuhnya beradaptasi dengan membuat anak perempuannya berkembang lebih cepat secara sosial dan emosional. Hal ini semakin memperkuat anggapan bahwa anak perempuan pertama sering kali dipaksa untuk tumbuh lebih cepat dan bertanggung jawab lebih banyak.
Tanda-tanda oldest daughter syndrome
Ternyata, dldest daughter syndrome bukan sekadar fenomena viral di media sosial. Namun, memang nyata adanya. Beberapa tanda umum yang sering dialami oleh anak perempuan pertama antara lain:
- Sulit menjalin hubungan romantis dengan pasangan sebaya karena cenderung lebih dewasa secara emosional.
- Sering merasa marah atau kecewa terhadap anggota keluarga karena beban yang mereka pikul.
- Menjadi people pleaser, selalu berusaha menyenangkan orang lain meskipun mengorbankan diri sendiri.
- Perfeksionisme, merasa harus selalu berhasil dalam segala hal.
- Terlalu bertanggung jawab, sering kali merasa semua masalah harus mereka selesaikan sendiri.
Bagaimana mengatasinya?
Jika kamu merasa memiliki ciri-ciri oldest daughter syndrome, penting untuk mulai merawat diri sendiri. Anak perempuan pertama sering kali menjadi caregiver alami yang terbiasa mengutamakan kebutuhan orang lain dibanding dirinya sendiri.
Kita perlu mulai belajar menjadikan diri sendiri prioritas. Misalnya dengan meluangkan waktu untuk diri sendiri, melakukan hal-hal yang disukai, dan jangan merasa bersalah jika sesekali ingin beristirahat.
Meskipun tanggung jawab yang diemban besar, bukan berarti kita harus memikul semuanya sendiri. Belajar menetapkan batasan, meminta bantuan, dan memahami bahwa kita juga berhak untuk didukung adalah langkah penting untuk mengurangi beban yang selama ini dirasakan.