Skip to main content
FOTO: Pexels
FOTO: Pexels

Tetap Kuat dan Bebas Burnout Saat Puasa Sambil Mengurus Balita

By Salma Fauziah
FOTO: Pexels
FOTO: Pexels

Tetap Kuat dan Bebas Burnout Saat Puasa Sambil Mengurus Balita

By Salma Fauziah

Menjadi ibu dengan balita saat menjalani puasa memang bukan hal yang mudah. Bayangkan harus menjalani hari dengan energi terbatas, sementara si kecil tetap aktif berlarian, meminta perhatian, dan sering kali sulit diajak kompromi. Tidak jarang, kelelahan fisik bercampur dengan emosi yang naik turun, membuat ibu merasa kewalahan.

Namun, puasa bukan berarti ibu harus mengorbankan kesehatan fisik dan mental. Dengan sedikit strategi dan penyesuaian, menjalani Ramadan bersama balita bisa tetap menyenangkan.

Prioritaskan asupan gizi seimbang

Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga memastikan tubuh tetap mendapat nutrisi yang cukup agar energi tidak cepat terkuras. Saat sahur, usahakan untuk mengonsumsi makanan tinggi protein seperti telur, ayam, atau tahu-tempe, serta karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau roti gandum agar rasa kenyang bertahan lebih lama. Jangan lupa sayur dan buah untuk menjaga daya tahan tubuh.

Hindari makanan yang terlalu manis saat sahur karena bisa membuat tubuh cepat lemas. Sebaliknya, konsumsi air yang cukup untuk menghindari dehidrasi sepanjang hari. Jika memungkinkan, tambahkan kurma sebagai sumber energi alami yang membantu tubuh tetap bertenaga.

Atur ritme istirahat dan jangan ragu minta bantuan

Ibu dengan balita sering kali mengalami kurang tidur, apalagi jika si kecil masih sering terbangun di malam hari. Karena itu, manfaatkan waktu istirahat sebaik mungkin. Jika anak tidur siang, usahakan ibu ikut beristirahat, meskipun hanya sebentar. Jangan memaksakan diri untuk menyelesaikan semua pekerjaan rumah sekaligus, apalagi jika tubuh sudah terasa lelah.

Selain itu, jangan ragu meminta bantuan pasangan atau anggota keluarga lain. Jika memungkinkan, delegasikan beberapa tugas, seperti menggantikan ibu menjaga anak sebentar setelah berbuka agar ibu bisa punya waktu untuk beristirahat atau beribadah dengan lebih tenang.

Sesuaikan aktivitas dengan kondisi fisik

Mengurus balita memang menguras energi, tetapi bukan berarti ibu harus kelelahan setiap hari. Cobalah menyusun jadwal aktivitas yang lebih ringan selama bulan puasa. Jika biasanya mengajak anak bermain di luar rumah, coba alihkan ke aktivitas dalam ruangan yang lebih santai, seperti membaca buku bersama, menggambar, atau bermain puzzle.

Selain itu, jangan ragu untuk sedikit melonggarkan ekspektasi. Rumah tidak harus selalu rapi sempurna, dan tidak semua pekerjaan rumah harus diselesaikan dalam satu waktu. Fokuslah pada hal-hal yang paling penting agar energi ibu tidak terkuras habis.

Kelola emosi dengan baik

Puasa bisa membuat emosi lebih mudah naik turun, terutama ketika menghadapi balita yang tantrum atau sulit diatur. Saat merasa mulai lelah dan kesal, cobalah tarik napas dalam-dalam dan ambil jeda sejenak. Mengatur pernapasan atau melakukan afirmasi positif bisa membantu ibu tetap tenang.

Jika perlu, cari dukungan dari sesama ibu yang juga menjalani puasa sambil mengurus anak. Berbagi cerita dan mendengar pengalaman orang lain bisa membuat ibu merasa lebih dipahami dan tidak sendirian dalam menghadapi tantangan ini.

Menjalani puasa sambil mengurus balita memang tantangan tersendiri, tetapi dengan perencanaan yang baik, ibu bisa tetap kuat, sehat, dan bebas burnout. Jadi, jangan lupa menjaga diri sendiri juga, ya!



Share