Menyembuhkan Mother Wound, Luka Batin karena Pengasuhan Ibu
Menyembuhkan Mother Wound, Luka Batin karena Pengasuhan Ibu
Belakangan kita sering melihat berita soal fenomena fatherless, atau ketidakhadiran ayah dalam pengasuhan. Ternyata, ada istilah yang kurang lebih jadi lawan kata dari fatherless.
Namanya adalah mother wound. Istilah ini merujuk pada luka batin seseorang karena tidak punya sosok ibu di masa pertumbuhannya. Selain itu, bisa jadi ibunya hadir, tetapi memberi banyak trauma.
Memiliki mother wound bisa mempengaruhi cara kita berelasi dengan diri sendiri maupun orang lain. Lalu, bagaimana cara mengatasinya?
Penyebab umum mother wound
Mother wound biasanya lahir karena ibu yang pergi meninggalkan kita, suka memukul, alkoholik, atau kerap memberi silent treatment (tiba-tiba mendiamkan). Namun, mother wound juga bisa terjadi di level yang tidak ekstrem. Misalnya, pada anak yang ibunya jarang mengekspresikan kasih sayang dan empati.
Berbagai kondisi sosial bisa menjadi sebab dari tidak idealnya peran seorang ibu dalam hidup anaknya. Bisa jadi karena ia merupakan korban pelecehan, KDRT, atau mengalami kesulitan ekonomi.
Menurut fasilitator di Charlie Health Group, siapa saja bisa mengalami mother wound. Namun, dalam pengalamannya, anak sulung perempuan merupakan yang paling rentan.
Penting bagi kita untuk menyembuhkan mother wound dalam diri. Jika sudah sembuh, kita tidak akan mewariskannya pada generasi selanjutnya, yaitu buah hati kita.
Yang dirasakan oleh orang dengan mother wound
Seseorang dengan mother wound cenderung tidak merasa dekat dengan sang ibu. Ketika punya masalah atau hal menarik, mereka tidak terpikir untuk memberitahu ibunya. Melansir Alodokter, perasaan gugup dan bahkan takut akan muncul ketika seseorang dengan mother wound ada di dekat ibu.
Pada anak perempuan, mother wound bisa muncul sebagai rasa bersalah yang terus-menerus. Mereka selalu berpikir, “seharusnya aku bisa lebih dari ini.”
Para pakar menyebutkan bahwa pemikiran ini berasal dari perasaan tidak pernah merasa "cukup" di mata ibu. Alhasil, penyandang mother wound juga mudah membandingkan diri dengan orang lain.
Pandangan kita terhadap diri akan cenderung jelek. Selain jadi rendah diri, kita juga jadi sulit membangun hubungan dekat dengan orang lain. Perasaan takut seringkali jadi penghalang, sehingga kita lebih memilih menutup diri.
Ragam cara mengatasi mother wound
Mother wound bukan gangguan kesehatan mental atau klinis. Tidak ada pengobatan medis untuk itu. Akan tetapi, jika tidak ditangani, dampaknya bisa menganggu kehidupan sehari-hari.
Selain bisa menangani lewat jalur konsultasi ke psikolog, kita juga bisa mencoba mulai “menyentuh emosi” kita. Caranya dengan mengizinkan diri kita merasakan kemarahan, luka, dan kebencian. Jika kita bisa mengenali emosi-emosi itu, kita akan tahu cara mengendalikannya.
Selanjutnya, mother wound bisa mereda dengan menyadari bahwa kerenggangan hubungan dengan ibu bukanlah kesalahan kita. Penerimaan ini bisa mendorong kita menyembuhkan perasaan tidak dicintai.
Dalam cara yang lebih praktikal, mother wound bisa disembuhkan dengan menulis, musik, dan aktivitas kesenian lain. Metode ini bisa membantu kita semakin sadar akan emosi diri dan mengenali pola-pola pikiran yang perlu diperbaiki.
Belajar menghargai dan mencintai diri sendiri membantu kita melihat kehidupan kita dengan cara yang lebih positif saat. Sambil melepaskan pandangan lama tentang diri kita yang terbentuk dari hubungan dengan ibu.
Jalan untuk menyembuhkan diri pasti takkan mudah. Perlu energi besar untuk mengenali diri dan menerimanya apa adanya. Tapi, bukan berarti hal itu tidak mungkin.
Demi masa depan yang lebih baik, yuk usahakan pulih itu bersama-sama! Peluk hangat untuk Moms yang mengalaminya.
Sumber:
- https://www.attachmentproject.com/psychology/mother-wound/#:~:text=Mother%20Wounds%20in%20Daughters,have%20more%20or%20achieve%20more.
- https://www.psychologytoday.com/us/blog/un-numb/202311/mending-the-mother-wound
- https://www.charliehealth.com/mother-wound/#:~:text=The%20mother%20wound%20typically%20occurs,limited%20empathy%20or%20emotional%20awareness.
- https://www.psychologytoday.com/intl/blog/addiction-and-recovery/201910/the-mother-wound
- https://www.alodokter.com/mother-wound-luka-batin-akibat-kurangnya-kasih-sayang-ibu