Skip to main content
Paus Fransiskus berkunjung ke Indonesia (Reuters)
Paus Fransiskus berkunjung ke Indonesia (Reuters)

Di Balik Perjalanan Paus Fransiskus ke Jakarta

By Christian Noven
Paus Fransiskus berkunjung ke Indonesia (Reuters)
Paus Fransiskus berkunjung ke Indonesia (Reuters)

Di Balik Perjalanan Paus Fransiskus ke Jakarta

By Christian Noven

Paus Fransiskus, pemimpin Gereja Katolik Dunia, melakukan perjalanan apostolik ke Indonesia pada bulan September 2024.

Kunjungan ini berlangsung dari 3 hingga 6 September dan menjadi perjalanan apostolik ke-45 selama masa kepemimpinannya. Selama kunjungan ini, Paus Fransiskus akan menghadiri serangkaian acara, termasuk misa akbar di Gelora Bung Karno (GBK).

Perjalanan apostolik adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada kunjungan Paus ke berbagai gereja Katolik di seluruh dunia sebagai utusan kekristenan. Istilah ini mencerminkan dimensi religius dari kunjungan-kunjungan Paus, yang bertujuan untuk memperkuat hubungan dengan komunitas Katolik global. Perjalanan apostolik juga dikenal sebagai "perjalanan kerasulan," yang menegaskan peran Paus sebagai penerus Rasul Petrus dan Kepala Gereja Katolik.

Dari sudut pandang hukum internasional, perjalanan apostolik seringkali juga dianggap sebagai kunjungan kenegaraan. Hal ini karena Paus memimpin sebuah entitas berdaulat internasional, Tahta Suci, sehingga kunjungan-kunjungan ini melibatkan protokol diplomatik yang khas. Kunjungan Paus umumnya dilakukan atas undangan dari Kepala Negara negara tuan rumah dan para Uskup Gereja Katolik setempat.

Sejarah Kunjungan Paus ke Indonesia

Sejak terpilih sebagai Paus pada tahun 2013, Paus Fransiskus telah melakukan 38 perjalanan apostolik ke 54 negara berbeda dan 31 kunjungan pastoral ke 41 kota di Italia. Kunjungan ke Indonesia ini merupakan perjalanan apostolik yang ke-45 dalam masa kepemimpinannya.

Indonesia akan menjadi negara ketiga di Asia Tenggara yang dikunjungi oleh Paus Fransiskus. Sebelumnya, Paus Yohanes Paulus II melakukan kunjungan serupa pada tahun 1989 dan Paus Paulus VI pada tahun 1970. Kunjungan Paus Fransiskus ini menjadi momen penting, mengingat perjalanan sebelumnya hanya dilakukan oleh dua Paus sebelumnya.

Paus Paulus VI adalah Paus pertama yang mengunjungi Indonesia pada tahun 1970. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari perjalanan panjangnya ke Asia, dan Indonesia dipilih sebagai salah satu negara dalam rangka memperkuat hubungan Gereja Katolik di kawasan tersebut.

Paus Yohanes Paulus II, yang dikenal dengan komitmennya untuk mengunjungi berbagai belahan dunia, melanjutkan tradisi tersebut dengan kunjungan ke Indonesia pada tahun 1989. Selama kunjungannya, Paus Yohanes Paulus II mengadakan pertemuan dengan para pemimpin gereja, pejabat pemerintah, dan umat Katolik. Kunjungan ini memperkuat posisi Gereja Katolik di Indonesia dan meningkatkan hubungan antara Gereja dan masyarakat setempat.

Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia pada tahun 2024 menandai ketiga kalinya seorang Paus mengunjungi negara ini. Sebagai Paus ketiga yang melakukan perjalanan apostolik ke Indonesia, kunjungan Paus Fransiskus diharapkan akan membawa pesan perdamaian dan persatuan di tengah keragaman Indonesia. Kunjungan ini juga mencerminkan kontinuitas dalam hubungan antara Tahta Suci dan Gereja Katolik di Indonesia, serta komitmen Paus Fransiskus terhadap dialog antaragama dan kerjasama internasional.

Melalui kunjungannya, Paus Fransiskus akan melanjutkan tradisi mempererat hubungan dengan umat Katolik di seluruh dunia, serta memberikan dorongan bagi dialog lintas agama dan kerjasama yang lebih erat antara Gereja Katolik dan masyarakat setempat.

Agenda Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia

Pada 3 September 2024, Paus Fransiskus akan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta). Setelah itu, ia dijadwalkan untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka. Pertemuan ini akan menjadi salah satu highlight dari kunjungan ini, menandakan hubungan yang erat antara Gereja Katolik dan pemerintah Indonesia.

Pada hari yang sama, Paus Fransiskus juga akan melakukan pertemuan dengan pejabat pemerintah, korps diplomatik, tokoh masyarakat, dan masyarakat sipil di Aula Istana Negara. Acara ini bertujuan untuk memperkuat dialog dan kerja sama antara Gereja Katolik dan berbagai elemen masyarakat di Indonesia.

Pada 5 September 2024, Paus Fransiskus dijadwalkan menghadiri interreligious meeting di Masjid Istiqlal Jakarta. Pertemuan ini akan menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan antaragama di Indonesia, yang dikenal dengan keragamannya. Usai pertemuan tersebut, Paus Fransiskus akan memimpin misa akbar di Stadion Utama GBK Jakarta, yang diharapkan akan dihadiri oleh puluhan ribu umat Katolik.

Kunjungan Paus Fransiskus akan diakhiri dengan penerbangan dari Jakarta menuju Port Moresby, Papua Nugini pada 6 September 2024 sekitar pukul 9.45 WIB melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Dengan kunjungan ini, Paus Fransiskus akan melanjutkan tradisi kunjungan apostolik yang telah menjadi bagian penting dari kepemimpinan Gereja Katolik, mempererat hubungan antara Gereja dan komunitas Katolik di seluruh dunia, serta mendukung dialog lintas agama di berbagai belahan dunia.



Share