Mengenal Apa itu Real Food, Processed Food, Ultra Processed Food
Mengenal Apa itu Real Food, Processed Food, Ultra Processed Food
Banyak dari kita yang mungkin belum mengerti apa itu real food, processed food, ultra processed food, dan clean eating. Ditambah tak sedikit influencer media sosial yang keliru memberikan pemahaman masing-masing istilah tersebut.
Agar anda tidak salah kaprah ketika mendengarnya lagi, yuk kita telusuri apa perbedaan keempat istilah itu.
Real food, makanan yang ada di sekitar kita
Secara definisi, real food berarti makanan asli atau makanan yang bisa kita dapatkan tanpa tambahan bahan-bahan artifisial atau buatan seperti pewarna makanan, penguat rasa, pengemulsi, dan sebagainya.
Real food dapat tumbuh dari dalam tanah atau kembang biak hewan. Contohnya yaitu beras, jagung, kentang, daging ayam, daging sapi, telur, sayur, dan ikan.
Dari segi pengolahannya, real food tidak menggunakan berbagai bahan buatan yang terlalu ekstrim. Bumbu-bumbu yang dipakai hanya secukupnya saja.
Misalnya ketika membuat telur goreng. Dengan memasaknya menggunakan minyak panas dan tambahan garam, Anda sudah membuat real food yang sehat.
Processed food, diolah menjadi produk yang sedikit berbeda
Seperti namanya, processed food merupakan makanan yang diolah terlebih dahulu sebelum bisa sampai ke tangan kita. Eits, tapi tak semua processed food itu buruk ya. Karena pada dasarnya beberapa processed food diolah agar lebih aman.
Contohnya susu yang dipasteurisasi untuk menghilangkan bakteri di dalamnya, mengekstrak kandungan minyak dalam biji-bijian, mengolah makanan agar tahan lama dengan dikemas sedemikian rupa, menyederhanakan gandum menjadi olahan roti, dan lain-lain.
Beberapa tips ketika Anda membeli processed food yaitu untuk mengecek:
1. Bahan-bahan di dalamnya.
2. Kandungan gizi.
3. Bentuk kemasan.
4. Kadaluarsa.
Ultra processed food, pengolahannya lebih kompleks
Pengolahan yang dialami oleh ultra processed food lebih kompleks ketimbang makanan lainnya. Biasanya dimasukkan bahan-bahan yang tidak kita miliki di dapur seperti penguat rasa, pemanis buatan, pengawet, dan pengemulsi.
Selain itu ultra processed food biasanya lebih tidak sehat daripada processed food dan real food.
Contoh dari ultra processed food yaitu:
1. Keripik kentang
2. Permen
3. Minuman berasa
4. Es krim
5. Beberapa makanan siap saji
6. Cokelat
Clean eating, pola makan memakan yang utuh
Jika sebelum nya yang dibahas adalah jenis makanan, maka clean eating merupakan pola makan dimana kita memakan makanan dalam bentuk aslinya tanpa pengolahan yang berlebih. Biasanya pengolahan paling maksimal adalah dengan cara direbus.
Contohnya dengan memakan pisang rebus, ubi rebus, kacang-kacangan, dan buah-buahan.
Sekilas memang pola makan ini bertujuan baik dengan membatasi konsumsi olahan berlebih. Namun, dalam beberapa kasus bisa menjadi ekstrem yang menyebabkan penganutnya sampai kekurangan gizi karena terlalu membatasi diri pada satu jenis makanan tertentu saja.
Apalagi pengaruh influencer media sosial yang bukan ahli dalam masalah gizi seperti unggahan berikut ini.
Selama dijaga dengan baik, semua makanan boleh Anda konsumsi
Pada dasarnya tubuh memiliki kemampuan luar biasa dalam mencerna dan mengedarkan nutrisi yang diserap dari makanan. Anda boleh-boleh saja mengonsumsi minuman manis atau junk food bagi yang suka, selama asupan yang masuk ke dalam tubuh terkontrol.
Akan tetapi ingat, faktor-faktor lain penunjang kesehatan juga jangan sampai terlewatkan. Olahraga dan istirahat yang cukup menjadi kunci keseimbangan kesehatan. Dengan begitu baik dari luar maupun dalam tubuh akan sama-sama bekerja untuk menyehatkan Anda.