Bagaimana Kebiasaan Mampu Membentuk Kesuksesan Anda
Bagaimana Kebiasaan Mampu Membentuk Kesuksesan Anda
Kebiasaan menjadi perilaku yang pasti dimiliki setiap orang, termasuk Anda. Suatu hal bisa disebut kebiasaan ketika Anda tidak melakukan hal itu akan ada rasa bersalah dalam hati. Sayangnya, kebiasaan tidak melulu berkaitan dengan hal-hal positif namun juga sikap negatif.
Banyak tokoh dunia menyebut kebiasaan yang terbangun menjadi rutinitas mampu membentuk Anda ke arah yang diinginkan. Kebanyakan dari Anda mungkin ketika memulai hal baru akan terasa berat. Atau ketika Anda ingin menghilangkan kebiasaan buruk terasa sulit.
Setidaknya ada dua alasan mengapa mengubah dan memulai kebiasaan baru ini menjadi sulit. Pertama, Anda berusaha mengubah sesuatu tapi tidak tepat sasaran. Kedua, Anda mengubah kebiasaan itu dengan cara yang keliru.
Perubahan perilaku perlu tujuan dan motivasi yang kuat
Tujuan dan motivasi yang kuat menjadi landasan penting bagi Anda yang mau membentuk kebiasaan baru, terutama yang positif. Tanpa motivasi dan tujuan, Anda hanya seperti daun yang tertiup angin, bergerak tak tentu arah. Jika angin hilang, maka berhenti pula pergerakan Anda.
Anda perlu memahami ada tiga hal yang bisa Anda jadikan lAndasan ketika memulai kebiasaan baru.
Pertama, Anda bisa menjadikan hasil sebagai tujuan Anda. Semisal Anda ingin langsing, maka olahraga teratur dan menjaga pola makan adalah solusinya. Ini juga berlaku pada bidang lain seperti pekerjaan dan pendidikan.
Kedua, Anda bisa berfokus pada kebiasaan-kebiasaan kecil yang mengubah proses Anda. Misalnya dengan rutin menjaga kebersihan rumah dan tempat kerja, meletakkan barang pada tempatnya, atau mengubah pola makan menjadi lebih sehat. Biasanya, ketika sedang memulai perubahan kebiasaan, proses ini turut ikut di dalamnya sehingga tidak bisa diabaikan begitu saja.
Ketiga, merubah identitas diri bisa dijadikan acuan memulai kebiasaan baik. Anda bisa merubah kebiasaan merokok Anda dan membentuk identitas menjadi seseorang yang sudah atau berjuang untuk berhenti merokok. Sama halnya dengan mereka yang senang olahraga akan terbentuk identitas baik sebagai penikmat olahraga.
Ketiga hal ini perlu ditanamkan pada diri Anda kuat-kuat. Karena ketiganya berjalan beriringan, yang berarti tidak bisa berdiri sendiri-sendiri.
Permasalahannya, sebagian dari Anda seringkali hanya berfokus pada poin pertama, yaitu berorientasi pada hasil. Anda mengabaikan proses lainnya yang turut berperan penting membentuk diri Anda.
Ketika hasil tidak tercapai, kebiasaan bisa terhenti
Dampak dari orientasi hanya pada hasil yaitu ketika hasil yang Anda tuju tidak terpenuhi, Anda akan menyerah dan tidak melakukan kebiasaan itu. Akibatnya, kebiasaan yang baik bagi diri Anda akan sirna begitu saja.
Ambil contoh ketika Anda sedang ingin diet. Anda berusaha mati-matian untuk berolahraga, menjaga pola makan, dan rutin menerapkan pola hidup baik. Akan tetapi, perlu dipahami bahwa metabolisme tubuh setiap orang berbeda-beda. Akhirnya, bagi Anda yang memiliki metabolisme lebih lambat dan hasil diet yang lambat, Anda merasa putus asa. Anda memilih untuk tidak menjalani kebiasaan itu lagi yang sebenarnya bermanfaat bagi Anda.
Atau hal lain seperti merokok, yang acap kali menjadi tantangan sendiri bagi Anda yang ingin berhenti. Anda mungkin merasa sulit berhenti merokok. Hal itu wajar, karena sudah menjadi kebiasaan dan identitas diri Anda. Jangan sampai karena sulitnya menghilangkan kebiasaan ini membuat Anda berpasrah diri dan mengabaikan proses yang sedang Anda jalani.
Kebiasaan baik akan berdampak baik bagi Anda pun sebaliknya
Membentuk kebiasaan baik akan memiliki dampak yang baik bagi Anda. Juga sebaliknya. Karena itu penting untuk mempertimbangkan perilaku-perilaku apa yang Anda ambil setiap harinya.
Perilaku baik seperti bangun pagi misalnya. Ini mampu membentuk Anda menjadi sosok yang lebih kreatif dan kritis serta dapat beraktivitas dengan maksimal. Sedangkan kebiasaan tidur tidak teratur memiliki dampak negatif pada tubuh dan pola pikir Anda.
Semua kebiasaan bermulai dari hal-hal kecil atau bahkan sepele. Sesepele mencuci piring setelah makan. Jika Anda tidak memerhatikan kebiasaan yang Anda lakukan, bukan tidak mungkin Anda akan terjerumus pada kebiasaan-kebiasaan buruk seperti membuang sampah sembarangan. Berawal dari satu dua sampah kecil, berakhir menjadi segunung sampah di sungai.