Skip to main content
FOTO: Pexels
FOTO: Pexels

Hidup Bersama Depresi, Ini Langkah-langkah Kecil untuk Terus Bertahan

By Salma Fauziah
FOTO: Pexels
FOTO: Pexels

Hidup Bersama Depresi, Ini Langkah-langkah Kecil untuk Terus Bertahan

By Salma Fauziah

Dalam ilmu psikologi, depresi ditandai dengan rasa sedih yang terus muncul selama lebih dari dua minggu. Orang yang terkena depresi biasanya jadi kehilangan semangat hidup. Gairah untuk melakukan aktivitas sehari-hari bahkan bisa hilang. Lantas, apa yang harus dilakukan?

Tidak perlu malu jika sulit menyelesaikan aktivitas sederhana

KC Davis adalah seorang konselor sekaligus penulis buku “How to Keep House While Drowning: A Gentle Approach to Cleaning and Organising”. Meski tema utama buku adalah tentang cara bersih-bersih rumah, banyak orang dengan gejala depresi merasa terbantu dengan adanya buku tersebut.

Davis memahami bahwa seseorang seringkali merasa malu ketika gagal menjaga kebersihan rumah. Misal, seorang ibu rumah tangga dengan anak yang masih kecil merasa tertekan karena rumahnya kotor. Tetapi, ia tidak punya tenaga dan kondisi mental yang prima untuk senantiasa membereskannya.

Untuk itu, Davis menekankan pada pembacanya untuk melakukan apapun yang dirasa sesuai dengan kemampuan diri, yang penting kita hidup di lingkungan yang cukup sehat. Bagaimana contohnya?

Misal, kita terlalu lemas untuk mencuci piring, kita bisa menggunakan piring plastik sekali pakai atau menyediakan plastik khusus untuk wadah piring kotor. Nanti, ketika kita sudah merasa lebih baik, kita bisa mencucinya. Yang terpenting adalah kita beristirahat di lingkungan yang cukup bersih, sehingga tidak menimbulkan penyakit.

Pentingnya mencintai diri sendiri (self love)

Tips yang dibagikan Davis adalah bagian dari aksi mencintai diri sendiri, utamanya saat diri kita sedang melalui masa ‘gelap’. Sebab, diri kita pantas mendapatkan pengertian dan juga hidup yang sehat, meski situasinya sedang tak mudah.

Selain itu, praktik self love saat depresi juga bisa diwujudkan dengan cara lain. Di antaranya melakukan journaling, mencoba menulis hal-hal positif tentang diri sendiri, atau perlahan membuka diri dengan orang terdekat.

Dituntut tetap produktif saat depresi melanda? Pelan-pelan, bisa kok!

Beberapa orang dituntut tetap ‘berfungsi’, meski kondisi mental rasanya sedang lelah-lelahnya. Untuk menyiasatinya, kita bisa mulai dengan membuat jadwal harian. Tulis apa saja yang perlu dilakukan dalam satu hari, sehingga tercipta sebuah rutinitas.

Kita juga bisa mencoba memecah sebuah tugas besar, jadi tugas-tugas yang lebih kecil. Bisa juga dengan menerapkan task bathing (menyelesaikan tugas-tugas yang mirip dalam satu waktu). Misalnya, mengurus tabungan di bank sekaligus belanja bulanan, karena lokasi bank dan swalayan yang berdekatan.

Menurut profesor psikologi di University of Miami, Michael McCullough, “Sekalinya kamu punya rutinitas, maka kondisi mental akan mendukung rutinitas tersebut bisa terlaksana”.

Selanjutnya, kita perlu membangun hubungan dengan orang-orang terdekat, seperti keluarga atau sahabat. Mereka bisa membantu kita untuk tetap stay on track, bahkan memberikan dukungan yang kita perlukan.

Menghadapi depresi memang bukan hal yang mudah, tetapi langkah-langkah kecil seperti mencintai diri sendiri, membuat rutinitas sederhana, dan menjalin hubungan dengan orang-orang terdekat bisa menjadi awal yang baik untuk bangkit. Ingatlah, setiap usaha yang kita lakukan, sekecil apa pun itu, adalah bentuk keberanian yang patut diapresiasi. Jadi, mari kita coba melangkah perlahan dan percaya bahwa hari-hari yang lebih cerah akan datang.



Share