Skip to main content
Foto: unsplash/Fernando Santander
Foto: unsplash/Fernando Santander

Yuk! Cari Tahu Logical Fallacies yang Sering Terjadi di Sekitar Kita

By Raihan Atha
Foto: unsplash/Fernando Santander
Foto: unsplash/Fernando Santander

Yuk! Cari Tahu Logical Fallacies yang Sering Terjadi di Sekitar Kita

By Raihan Atha

Logical fallacies atau cacat logika adalah argumen yang dikeluarkan seseorang yang sekilas terdengar meyakinkan atau benar tetapi sebenarnya cacat. Cacat logika membawa kita pada sebuah kesimpulan yang sebenarnya tidak berdasar. Sebagian dari kita mungkin pernah melakukan cacat logika secara tidak sengaja karena kurang baiknya penalaran kita. Akan tetapi, beberapa orang melakukannya secara sengaja dengan maksud memanipulasi orang lain.

Cacat logika ada banyak jenisnya. Biar Anda tidak terjerumus ke dalamnya, yuk kita cari tahu apa saja cacat logika yang ada!

Ad hominem fallacy

Ad hominem fallacy adalah cacat logika yang terjadi ketika argumen yang dikeluarkan menyerang pribadi seseorang daripada argumen yang disampaikannya.

Contoh: Kamu itu bukan kader parpol makanya pemikiran politikmu jelek!

Anecdotal evidence fallacy

Anecdotal evidence fallacy merupakan cacat logika dimana pengalaman pribadi, kenalan, atau sesuatu yang jarang terjadi digunakan untuk menarik kesimpulan umum tentang sesuatu.

Contoh: Anak saya demam setelah vaksin, karenanya vaksin itu tidak baik buat tubuh.

Appeal to authority fallacy

Appeal to authority fallacy yaitu cacat logika yang mengira selama pendapat itu dikeluarkan oleh ahlinya maka otomatis benar. Ahli ini bisa seseorang yang tidak sesuai bidangnya, orang yang salah, atau orang yang tidak disebutkan namanya.

Contoh: Masukin anak jalur ordal ke tempat kerja boleh kok. Buktinya presiden aja begitu.

Appeal to ignorance fallacy

Appeal to ignorance fallacy adalah cacat logika dimana menganggap sebuah argumen benar karena tidak ada bukti yang menentangnya. Atau berpendapat argumen itu salah karena tidak ada bukti yang membenarkannya.

Contoh: Kita belum pernah menemukan tanda kehidupan di planet lain, karenanya tidak ada kehidupan di luar bumi.

Appeal to pity fallacy

Appeal to pity fallacy terjadi ketika argumen yang dilontarkan memanfaatkan perasaan kasihan dan empati dari orang lain.

Contoh: Maaf saya sudah kebut-kebutan dan menabrak Anda, tetapi saya hanya orang kecil, Pak.

Bandwagon fallacy

Bandwagon fallacy merupakan cacat logika dengan melihat pendapat mayoritas yang ada. Jika mayoritas setuju atau melakukan itu, maka hal itu dianggap benar.

Contoh: Suap menyuap di instansi pemerintahan itu hal yang lumrah karena banyak yang melakukannya.

Burden of proof fallacy

Burden of proof fallacy adalah cacat logika dimana seseorang membebankan argumen yang dibawanya kepada lawan bicaranya untuk dia membuktikan argumen itu.

Contoh: Bumi itu sebenarnya datar. Kalau tidak percaya, coba saja buktikan.

Circular reasoning fallacy

Circular reasoning fallacy adalah kecacatan berpikir dimana argumen yang diutarakan hanya berputar-putar pada argumen itu saja.

Contoh: 

Orang A: Presiden Indonesia adalah presiden terbaik karena bicaranya santun. 

Orang B: Kenapa dia bicara santun? 

Orang A: Karena dia adalah presiden terbaik.

Correlation-causation fallacy

Correlation-causation fallacy terjadi ketika seseorang menganggap dua hal yang saling berkorelasi menyebabkan hukum sebab-akibat, meskipun sebenarnya tidak.

Contoh: Saya berhasil lulus CPNS soalnya habis minum air kobokan orang pintar.

Equivocation fallacy

Equivocation fallacy merupakan argumen yang menggunakan satu kata atau frasa dengan berbagai makna yang berbeda.

Contoh: Hukuman mati itu hal yang kejam, dan hal kejam tidak dibenarkan. Karenanya, hukuman mati itu tidak dapat dibenarkan.

False dilemma fallacy 

False dilemma fallacy adalah cacat logika yang mengira suatu hal hanya ada pada dua pilihan saja, meskipun sebenarnya ada faktor-faktor lain yang bisa jadi pertimbangan.

Contoh: Jika Anda tidak mendukung kebijakan pemerintah saat ini, berarti Anda tidak mencintai negara ini.

Hasty generalization fallacy

Hasty generalization fallacy yaitu cacat logika dimana argumen yang digunakan hanya menggunakan sampel yang kecil dan tidak representatif. Atau bukti yang dimiliki tidak terlalu kuat.

Contoh: Pengendara berplat B itu sukanya ugal-ugalan. Berarti semua orang Jakarta mengemudinya ugal-ugalan.

Loaded question fallacy

Loaded question fallacy adalah pertanyaan yang muncul untuk membebani orang yang ditanya. Ini juga bisa digunakan agar orang yang ditanya menyetujui asumsi dari si penanya.

Contoh: Kenapa Anda selalu melakukan demo tidak jelas seperti ini?

Middle ground fallacy 

Middle ground fallacy yaitu pendapat bahwa hal yang benar dari dua argumen yang berbeda adalah yang berada di tengah-tengahnya. Cacat logika ini melihat jalan tengah adalah solusi terbaik dan paling benar.

Contoh: Ada yang berpendapat mencuri itu tidak boleh sedangkan yang lain berpendapat mencuri boleh asal terdesak. Berarti boleh tidaknya mencuri tergantung kondisi seseorang.

No true Scotsman fallacy

No true Scotsman fallacy merupakan cacat berpikir dimana seseorang melakukan generalisasi pada kelompok tertentu, tapi akan memberikan pengecualian pada kasus-kasus tertentu.

Contoh:

Orang A: Semua orang Jakarta itu sombong dan pelit.

Orang B: Tapi si C itu orang Jakarta yang dermawan dan rendah hati.

Orang A: Ah, keturunan dia bukan asli Jakarta!

Post hoc (ergo propter hoc) fallacy

Post hoc (ergo propter hoc) fallacy adalah cacat logika dimana seseorang menyimpulkan jika kejadian pertama terjadi maka kejadian kedua akan terjadi.

Contoh: Gara-gara Anda memilih presiden A kita jadinya sengsara!

Red herring fallacy

Red herring fallacy terjadi ketika seseorang mengeluarkan fakta lain untuk mengalihkan perhatian dari argumen yang sedang diperdebatkan.

Contoh: Politik kita mungkin sedang tidak baik-baik saja, tetapi hubungan asmara A dan B kandas karena ulah si C, lho!

Slippery slope fallacy

Slippery slope fallacy merupakan cacat logika dimana suatu tindakan akan memicu rentetan hal negatif lain setelahnya.

Contoh:

Orang A: Pemerintah seharusnya melegalkan ganja untuk kebutuhan medis

Orang B: Kalau ganja dilegalkan, nanti semuanya sakau dan kegiatan masyarakat tidak akan berjalan!

Straw man fallacy

Straw man fallacy adalah cacat logika dimana seseorang berusaha mengubah, menyederhanakan, atau membuat versi berbeda dari argumen lawannya sehingga lebih mudah diserang.

Contoh:

Orang A: Kita harus menjaga kesehatan mental dengan lebih baik.

Orang B: Anak zaman sekarang lemah! Dikit-dikit mental health.

Sunk cost fallacy

Sunk cost fallacy terjadi ketika seseorang melanjutkan sebuah aturan, tindakan, atau kebijakan hanya karena biaya dan usaha yang dikeluarkan terlanjur banyak meskipun kebijakan tersebut dinilai sudah tidak relevan.

Contoh: Anda sedang berkuliah di jurusan yang tidak Anda senangi. Tetapi Anda tetap melanjutkannya karena sudah setengah jalan dan biaya yang dikeluarkan juga tidak sedikit.

Tu quoque fallacy (appeal to hypocrisy)

Tu quoque fallacy (appeal to hypocrisy) terjadi ketika seseorang menyerang argumen lawannya dengan memanfaatkan kesalahan yang pernah dilakukannya, membuatnya jadi hipokrit.

Contoh:

Orang A: Korupsi itu hal yang salah. Para koruptor harus dihukum berat!

Orang B: Anda juga dulu ambil gorengan 5 ngakunya 2!

Itu dia beberapa contoh cacat logika yang sering terjadi. Sudah berapa cacat logika yang ada di sekitar Anda?



Share 


Related articles