Skip to main content
Telemedicine menghadirkan pelayanan kesehatan secara online tanpa perlu bertemu langsung (Foto: unsplash/National Cancer Institute)
Telemedicine menghadirkan pelayanan kesehatan secara online tanpa perlu bertemu langsung (Foto: unsplash/National Cancer Institute)

Telemedicine: Solusi Modern Pelayanan Kesehatan Jarak Jauh

By Raihan Atha
Telemedicine menghadirkan pelayanan kesehatan secara online tanpa perlu bertemu langsung (Foto: unsplash/National Cancer Institute)
Telemedicine menghadirkan pelayanan kesehatan secara online tanpa perlu bertemu langsung (Foto: unsplash/National Cancer Institute)

Telemedicine: Solusi Modern Pelayanan Kesehatan Jarak Jauh

By Raihan Atha

Telemedicine atau telemedis adalah sistem dalam pelayanan kesehatan dengan memanfaatkan teknologi untuk memberikan layanan medis jarak jauh. Pasien dan tenaga medis dimudahkan untuk berkomunikasi meskipun tidak bertemu dalam satu ruangan yang sama. Ini memberikan keuntungan bagi pasien yang terhambat waktu atau tempat yang jauh dengan fasilitas kesehatan.

Telemedicine sebenarnya bukan hal yang baru. Sektor kesehatan telah lama menggunakan teknologi informasi untuk aktivitas kesehariannya. Namun, dulu penggunaan teknologi hanya terbatas pada radio, telepon, dan telegram. Sekarang sudah lebih berkembang dan bisa memanfaatkan teknologi digital seperti video call dan jaringan internet.

WHO menyebut setidaknya telemedicine dibagi menjadi dua, yaitu asinkronis dan sinkronis. Perbedaan keduanya terletak pada cara pengiriman data untuk konsultasi jarak jauh.

Telemedicine asinkronis memanfaatkan pengiriman data pasien melalui email kepada dokter yang dituju. Kemudian dokter akan mempelajari data tersebut sebelum menyatakan diagnosisnya. Pertukaran informasi yang terjadi tidak bisa secara langsung dan saling membalas. Baik pasien maupun dokter harus saling menunggu.

Sedangkan telemedicine sinkronis lebih interaktif, misalnya melalui video call. Dokter dan pasien akan bertemu secara daring melalui video call dan dapat berkonsultasi, bertanya, serta menyampaikan keluhan secara langsung. Nantinya dokter akan memberikan diagnosis kepada pasien tersebut.

Mempermudah pelayanan kesehatan

Telemedicine menjadi langkah baru dalam memudahkan pelayanan kesehatan. Bagi pasien yang tidak mampu menemui dokter secara langsung bisa memanfaatkan layanan telemedicine yang ada. Pasien juga bisa menghemat pengeluaran transportasi karena cukup dari rumah saja sudah bisa berkonsultasi dengan dokter.

Ini juga menjadi cara dalam pemerataan pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia. Dengan luasnya Indonesia dan beragam geografi, tidak jarang layanan medis belum mampu menjangkau pelosok negeri. Beberapa bahkan harus menempuh belasan jam hanya untuk ke fasilitas kesehatan terdekat. Harapannya, telemedicine mampu memberikan pelayanan kesehatan bagi pasien yang membutuhkannya.

Telemedicine juga mempermudah pendataan pasien dalam sistem sehingga tidak hilang atau berceceran kemana-mana. Dengan mengadopsi sistem digital, pasien bisa dengan mudah berobat tanpa perlu membawa berkas yang banyak. Pemberian rujukan antara satu rumah sakit dengan rumah sakit yang lain juga lebih mudah.

Untuk pasien yang membutuhkan privasi ekstra, telemedicine juga bisa menjadi solusi. Karena dibatasinya interaksi secara langsung, pasien dan tenaga profesional tidak harus memandang fisik satu sama lain secara empat mata. Dalam beberapa kasus, pasien dan dokter cukup bertukar pesan saja diagnosis bisa dilakukan.

Tantangan keterbatasan teknologi

Sejumlah tantangan turut mengiringi hadirnya telemedicine. Tantangan yang paling dasar adalah keterbatasan teknologi yang ada. Beberapa wilayah di Indonesia masih sulit untuk mendapatkan sumber listrik dan internet yang memadai. Hal ini tentu menghambat proses pertukaran informasi antara pasien dan dokter.

Selain itu, bagi pihak rumah sakit yang tidak memiliki sistem digital yang kuat, keamanan data pasien menjadi taruhannya. Jika kerahasiaan data pasien tersebar, orang-orang yang tidak bertanggung jawab dapat memanfaatkannya untuk keuntungan pribadi mereka.

Beberapa masyarakat juga terhambat karena literasi digitalnya belum mumpuni. Sehingga mereka lebih memilih konsultasi secara tatap muka daripada memanfaatkan fasilitas telemedicine. Bagi sebagian tenaga medis, ini juga menjadi tantangan tersendiri karena harus memanfaatkan teknologi yang mungkin masih terkesan baru.

Halodoc, menjadikan telemedicine sebagai unggulan mereka

Salah satu layanan telemedicine yang cukup terkenal di Indonesia adalah Halodoc. Dengan Halodoc, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter bersertifikasi secara online tanpa perlu bertemu langsung. Terdapat berbagai pilihan spesialisasi sehingga dapat memudahkan Anda menemukan informasi kesehatan terkait penyakit yang Anda idap.

Halodoc juga menawarkan harga yang terjangkau bagi layanannya. Mulai dari Rp 20 ribuan saja Anda sudah bisa mendapatkan layanan konsultasi yang maksimal. Halodoc telah tersedia di Google PlayStore dan AppStore serta web halodoc.com.

Halodoc berdiri sejak 2016 oleh Jonathan Sudharta dan Doddy Lukito. Kini, Halodoc menjadi pilihan untuk Anda yang mau sehat tapi terhalang pergi ke rumah sakit.



Share 


Related articles