Skip to main content
Suasana Jakarta dengan asap polusi di sekitarnya (Foto: pexels/Tri prihann
Suasana Jakarta dengan asap polusi di sekitarnya (Foto: pexels/Tri prihann

Kualitas Udara Jakarta Masuk Level Berbahaya

By Raihan Atha
Suasana Jakarta dengan asap polusi di sekitarnya (Foto: pexels/Tri prihann
Suasana Jakarta dengan asap polusi di sekitarnya (Foto: pexels/Tri prihann

Kualitas Udara Jakarta Masuk Level Berbahaya

By Raihan Atha

Salah satu yang menjadi permasalahan dari kota besar adalah adanya polusi udara. Tak terkecuali Jakarta dengan populasi menyentuh lebih dari 10 juta penduduk. 

Sebuah hal yang wajar mengingat luas daratan kota Jakarta hanya 664,01 km² dan menjadi salah pusat kegiatan terbesar di Indonesia. Apalagi bagi kalian yang warga Jakarta, pasti merasakan betapa padatnya jalanan dengan kendaran bermotor yang lalu lalang.

Masalah polusi udara menarik dibahas karena berpengaruh pada kesehatan manusia. Bukan hanya orang dewasa, polusi udara juga mampu menyerang anak-anak yang seharusnya memiliki hak mendapatkan udara yang bersih.

Jakarta masuk peringkat 10 besar kota paling berpolusi

Melansir dari situs IQAir, Jakarta masuk ke dalam rangking 10 kota besar paling berpolusi. Per hari ini (7/8) pukul 19:00, Jakarta berada pada peringkat ke-6 dengan indeks AQI (Air Quality Index) sebesar 93.

Peringkat pertama diduduki oleh Kinshasa (132), disusul Manama (131), Jerusalem (114), Kairo (103), dan peringkat kelima São Paulo (99).

Sedangkan kualitas AQI di Kota Jakarta hari Rabu ini (7/8) terburuk berada pada angka 154 atau kategori tidak sehat dengan polusi udara PM 2,5 mencapai 59,5 mikrogram per meter kubik.

Mungkin sebagian dari kalian asing dengan istilah PM 2,5. PM 2,5 adalah polutan particulate matter (PM) atau materi partikulat yang ada di udara dengan ukuran 2,5 mikrometer. Partikel ini bisa berbentuk debu, kotoran, jelaga, atau asap.

Kategori tidak sehat ini memiliki makna berbahaya bagi mereka kelompok sensitif, baik dari kelompok manusia maupun hewan. Serta dapat menimbulkan kerusakan pada beberapa tumbuhan.

Efek PM 2,5 sendiri juga cukup mengkhawatirkan, karena menyerang paru-paru penderitanya. Beberapa penyakit yang bisa ditimbulkan diantaranya penyakit jantung, paru-paru, asma, bronkitis, hingga dapat menyebabkan kematian dini.

Jika dibandingkan dengan beberapa kota lain di Indonesia, Jakarta menempati posisi ke-5. Kota di Indonesia dengan AQI terburuk malam ini yaitu Bekasi (164), Bandung (137), Bogor (136), dan Tangerang Selatan (132).

Hal-hal yang bisa dilakukan menghadapi polusi udara Jakarta

Beberapa hal yang bisa kalian lakukan ketika harus berhadapan dengan buruknya polusi udara di Jakarta diantaranya:

1. Memakai masker

Jika kalian memang diharuskan beraktivitas di luar ruangan, tidak ada salahnya menggunakan masker untuk mencegah polusi masuk ke dalam tubuh. Usahakan gunakan masker dengan lapisan yang tebal, sehingga polusi dan debu lebih dapat tercegah.

2. Menggunakan alat pembersih udara

Perkembangan teknologi memungkinkan manusia menciptakan alat yang berguna, salah satunya alat pembersih udara. Bagi kalian, terutama yang masuk kelompok sensitif, pembersih udara jadi salah satu hal yang wajib untuk terhindar dari polusi di Jakarta.

3. Tutup jendela untuk menghindari udara kotor dari luar

Bagi kalian yang tinggal di rumah atau kantor, ada baiknya jendela ditutup serapat mungkin. Terutama pada jam-jam dimana polusi sedang tinggi-tingginya, seperti pagi hingga sore hari. Ventilasi udara yang baik juga penting agar udara kotor yang ada di dalam ruangan bisa keluar dan tidak masuk lagi.

4. Kurangi aktivitas di luar ruangan

Beberapa orang yang sensitif dengan polusi udara, ada baiknya mengurangi aktivitas yang mengharuskan bepergian ke luar ruangan. Jika memang tidak memungkinkan, jangan lupa untuk menggunakan masker ketika ke luar ruangan.

5. Mengurangi penggunaan kendaraan bermotor

Salah satu pemicu dari polusi di Jakarta tidak lain adalah maraknya penggunaan kendaraan bermotor. Untuk itu, kalian bisa membantu dengan menguranginya, seperti bepergian dengan transportasi umum, menggunakan sepeda, atau berjalan kaki jika jarak yang ditempuh tidak terlalu jauh.

Polusi udara sudah seharusnya menjadi concern kita semua. Jangan sampai permasalahan yang kita hadapi saat ini memberikan dampak buruk bagi anak cucu kita kedepannya.



Share