Deodoran vs Antiperspirant: Mana yang Paling Ampuh Melawan Bau Badan?
Deodoran vs Antiperspirant: Mana yang Paling Ampuh Melawan Bau Badan?
Mobilitas masyarakat Jakarta yang tinggi seringkali membuat kita harus berdesak-desakan dengan orang lain ketika menggunakan angkutan umum. Terutama ketika waktu berangkat kerja maupun pulang di sore hari.
Jika tak ada kejadian mengejutkan, mungkin kita bisa saja menikmati perjalanan. Paling hanya merasa kesal karena harus berhimpit-himpitan dengan penumpang lain. Permasalahannya, terkadang sebagian dari kita tidak sadar kalau memiliki bau badan yang menyengat.
Kalau yang mencium hanya kita sendiri sih aman-aman saja. Tapi, kalau satu gerbong kena imbasnya ya mengganggu juga.
Seringkali bau badan ini muncul bersamaan dengan keringat yang deras, misalnya di area ketiak. Lantas, apa yang menyebabkan bau badan kita ini?
Keringat tidak berbau
Perlu diketahui bahwasannya keringat kita itu tidak berbau. Keringat kita hanya berupa air yang mengandung senyawa tertentu yang dikeluarkan oleh tubuh.
Penyebab utama adanya bau pada ketiak adalah bakteri.
Bakteri pada kulit akan memecah protein dan lemak yang ada pada keringat. Protein dan lemak yang terpecah ini kemudian diubah menjadi zat asam yang menimbulkan bau tidak sedap.
Sedangkan jumlah keringat yang kadang derasnya minta ampun dipengaruhi oleh hormon, aktivitas berlebih, maupun makanan yang dikonsumsi.
Tapi Anda tidak perlu risau, beberapa langkah yang bisa Anda lakukan mengatasi masalah ini yaitu dengan menggunakan deodoran atau antiperspirant.
Deodoran dan antiperspirant adalah dua hal yang berbeda
Meskipun terlihat mirip, deodoran dan antiperspirant sebenarnya memiliki perbedaan yang mendasar, terutama dari jenis dan fungsinya.
Deodoran masuk ke dalam kategori kosmetik. Sedangkan antiperspirant masuk kategori obat-obatan. Karenanya, secara aturan sendiri mereka berdua sudah berbeda.
Dari segi fungsi kedua produk ini juga berbeda. Deodoran berfungsi untuk membunuh bakteri dan menambahkan keharuman pada ketiak. Sementara itu, antiperspirant bekerja dengan menutup pori-pori ketiak, mengurangi produksi keringat berlebih. Cara kerja antiperspirant dengan menghambat kelenjar ekrin yang berfungsi sebagai produksi keringat.
Dari sini kita mulai tahu secara garis besar perbedaan antara deodoran dan antiperspirant. Yang satu memberikan keharuman dan membunuh bakteri di ketiak, yang lainnya mengurangi keringat berlebih.
Kemudian pertanyaan muncul, manakah yang lebih baik? Deodoran atau antiperspirant?
Mau pakai deodoran atau antiperspirant tergantung kondisi
Jawabannya, semua tergantung kondisi Anda. Jika memiliki bau badan yang kuat dan menyengat, deodoran jawabannya. Akan tetapi, jika Anda memiliki permasalahan dengan ketiak yang suka basah bahkan diruangan ber ac sekalipun, antiperspirant jawabannya.
Cara penggunaannya pun sedikit berbeda. Deodoran bisa Anda pakai setelah mandi di pagi hari. Dengan begitu ketiak Anda akan lebih terlindungi dari bakteri penyebab bau badan.
Sedangkan antiperspirant lebih cocok digunakan ketika malam hari sebelum tidur. Malam hari adalah waktu dimana Anda hampir tidak berkeringat atau hanya berkeringat sedikit saja. Dengan begitu kerja antiperspirant akan lebih maksimal untuk aktivitas di pagi hari.
Wah repot ya, ada solusi lain nggak?
Tenang saja, sekarang sudah banyak kok produk-produk yang menggabungkan deodoran dan antiperspirant menjadi satu. Sebut saja merk seperti Kahf atau Dove yang menyediakan produk gabungan antara deodoran dan antiperspirant.
Selain menghemat pengeluaran, produk gabungan ini juga lebih praktis untuk digunakan sehari-hari. Dengan begitu, Anda tidak perlu lagi deh bersikap zalim terhadap pengguna transportasi umum lainnya.
Menggunakan transportasi umum berarti menjaga kenyamanan bersama. Mulailah dari langkah sederhana, pastikan diri Anda bebas dari bau badan yang mengganggu. Dengan begitu, kita semua bisa menikmati perjalanan yang lebih nyaman dan menyenangkan.