Skip to main content
Foto: Pexels
Foto: Pexels

Mengenal D-MER, Fenomena Ibu Tiba-tiba Sedih Saat Menyusui

By Salma Fauziah
Foto: Pexels
Foto: Pexels

Mengenal D-MER, Fenomena Ibu Tiba-tiba Sedih Saat Menyusui

By Salma Fauziah

Perjalanan jadi ibu memang penuh lika-liku di tiap fasenya. Di fase menyusui, banyak ibu tiba-tiba merasa sedih menjelang menyusui sang buah hati. Fase ini wajar, kok. Bahkan punya istilah khusus, yaitu Dysphoric Milk Ejection Reflex (D-MER).

Kenapa D-MER bisa terjadi?

D-MER adalah kondisi alamiah yang terjadi pada ibu saat menyusui atau memompa air susu (ASI). Ada emosi negatif yang terasa kuat muncul tiba-tiba sebelum ASI keluar (let down). Perasaan sedih ini berlangsung singkat, sekitar satu hingga dua menit. Tapi meski singkat, rasanya bisa sangat tidak menyenangkan.

Terkadang, keluarnya ASI secara tidak sengaja di luar waktu menyusui pun bisa memicu D-MER. Kondisi ini memang tidak bisa kita kendalikan.

Sementara penelitian detail soal D-MER masih terbatas, para ahli menduga D-MER disebabkan karena perubahan hormon. D-MER terjadi bukan karena ibu tidak mau menyusui atau muncul rasa sakit. Tetapi lebih ke respons tubuh terhadap perubahan hormon mendadak ketika ASI keluar.

Seberapa sering D-MER terjadi pada ibu menyusui?

Sebuah studi memperkirakan bahwa 5-9% ibu menyusui mengalami D-MER. Melansir Pop Mama, D-MER cenderung membaik bagi beberapa ibu. Semakin besar usia si kecil dan semakin ibu menguasai teknik menyusui, maka kesedihan kuat itu akan menurun.

Namun, dalam beberapa kasus, D-MER akan tetap terjadi sampai ibu menyapih bayinya. Penting untuk memantau perasaan D-MER ini. Jika sudah parah hingga muncul pikiran melukai diri, segeralah berkonsultasi ke dokter. Bisa jadi ada kondisi lain yang menjadi pemicu. 

Tips mengurangi kesedihan D-MER

D-MER tidak bisa dicegah, karena munculnya pun tiba-tiba. Namun, ada beberapa tips yang bisa kita terapkan untuk melaluinya:

  1. Saat menyusui, cobalah mendekatkan bayi ke tubuh kita. Sentuhan kulit dengan si kecil dapat menurunkan hormon stres, sehingga kita jauh lebih tenang.
  2. Coba lakukan relaksasi, seperti menarik napas dalam melalui hidung, tahan sebentar, lalu hembuskan perlahan melalui mulut.
  3. Alihkan perhatian saat ASI keluar, misalnya dengan menonton TV atau memakan sesuatu.

 Menjadi ibu adalah perjalanan yang penuh warna, termasuk saat menghadapi tantangan seperti D-MER. Dengan memahami D-MER serta mencoba teknik relaksasi, kita bisa melalui fase ini dengan lebih tenang. Jangan ragu untuk mencari dukungan dari keluarga, teman, atau tenaga medis jika diperlukan.



Share